Posted March 12, 2009 by admin in Berita

KK Teknik Fisika ITB Hasilkan Mesin Pelet Apung

Bandung.fti.itb.ac.id, Kelompok Keahlian Teknik Fisika yang berada dibawah naungan Fakultas Teknologi Industri, ITB telah mengadakan uji coba hasil penelitian berupa mesin produksi pakan ikan dengan teknologi pakan apung, uji coba ini dilakukan pada hari Kamis, 5 Maret 2009 di Selasar Barat Gedung Labtek VI. Dalam uji coba penelitian tersebut Dr. Bambang Sunendar dengan dibantu 2 (dua) orang mahasiswa memeragakan dan menjelaskan cara? pembuatan pakan ikan dengan teknologi ini kepada para pengunjung dan mahasiswa.

Teknologi pakan apung yang sedang dikembangkan ini mampu bersaing dengan teknologi negara maju, karena prosentasi muatan bahan baku lokalnya sangat tinggi dan teknologi produksinya sudah dapat dikuasi, Prospek kedepan dampak penelitian ini diharapkan pembudidaya ikan akan mengarah pada pola klaster sehingga pemanfaatan teknologi ini menjadi optimal, karena secara tidak langsung akan mengubah budaya para petani lebih kreatif dan inovatif karena mereka dapat memproduksi pakan secara mandiri tanpa tergantung pada industri besar yang cenderung kearah monopolisasi distribusi pakan, yang mengakibatkan petani berada pada posisi yang tidak beruntung.

Biaya off-farm yang sangat tinggi dan memberatkan petani pembudidaya ikan, dengan pemanfaatan teknologi yang sedang dikembangkan ini, biaya pakan yang mencapai 70% dari total biaya produksi akan mampu ditekan sampai setengahnya atau sekitar 40%, selain itu juga akan membuka peluang sangat luas untuk menggairahkan kembali para petani lokal tradisional dalam meningkatkan produksi bahan baku yang memproduksi unsur-unsur SS, TJ, DP dan BK. Dari fenomena ini diharapkan dapat terus mendorong para ahli nutrisi lebih komprehensif dalam mencari bahan baku subtitusi untuk unsur TI yang merupakan sumber protein utama pakan dan masih diimpor.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Bambang Sunendar menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk membuat produk pakan ikan yang mampu untuk mengapung di air dengan memodifikasi struktur pori dari materialnya. Parameter uji yang dibandingkan meliputi densitas, absorpsi air, porositas, dan waktu apung (floating time). Bahan baku yang digunakan adalah bahan baku polimer organik alam yang didapatkan dari bahan lokal yang banyak dikonsumsi masyarakat umum.

Share this