Posted March 26, 2008 by man in Berita

Dr. Penia Kresnowati: Fellow Internasional L?OR?AL-UNESCO For Women in Science 2008

Jakarta, 18 Maret 2008 ? L?Or?al dan UNESCO mengumumkan 15 pemenang Fellowship dari 15 negara yang mewakili lima benua ? Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika dan Asia Pasifik dalam program ?L?OR?AL-UNESCO For Women in Science 2008? pada tanggal 5 Maret 2008 di kantor pusat UNESCO, Paris. Fellowship internasional yang bernilai US$40,000 ini ditujukan untuk mendukung peneliti perempuan di seluruh dunia pada awal karir ilmiah mereka dan untuk mendanai riset mereka selama dua tahun.

Made Tri Ari Penia Kresnowati, berusia 30 tahun adalah peraih PhD di bidang teknologi bioproses dari Universitas Teknologi Delft (TU Delft) Belanda. Saat ini Dr. Penia mengajar Teknik Kimia kepada siswa S1 dan S2 di Fakultas Teknologi Industri – Institut Teknologi Bandung, Indonesia. Proposal riset yang membuat ia memenangkan fellowship ini berjudul ?Teknologi Bioproses: Konsepsi Prototip Bioreaktor untuk Pengembangan Sel Punca (Stem Cells)?. Dr. Penia Kresnowati adalah peneliti perempuan Indonesia ketiga yang menerima penghargaan internasional yang prestisius ini, mengikuti Dr. Ines Atmosukarto (Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Cibinong) pada tahun 2004 dan Dr. Fenny Dwivany (Institut Teknologi Bandung) pada tahun 2007.

Jean-Christophe Letellier, President Director PT L?Or?al Indonesia menjelaskan, ?Program L?OR?AL-UNESCO For Women in Science ini menyatukan organisasi antarpemerintah dan perusahaan swasta sebagai mitra. Dengan prestasi Dr. Penia Kresnowati, kami berharap agar program ini dapat lebih memotivasi peneliti muda perempuan Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan sains di Indonesia dan terus membawa inovasi-inovasi mereka ke dunia global.?

?Kami bangga mengumumkan prestasi lainnya dari peneliti perempuan muda Indonesia berbakat dalam mendapatkan fellowship internasional L?OR?AL?UNESCO For Women in Science 2008. UNESCO mendukung inisiatif ini dan terus menekankan pentingnya hadiah-hadiah berupa penghargaan untuk mempublikasikan prestasi ilmiah perempuan selebar mungkin melalui panutan-panutan seperti Dr. Penia Kresnowati,?ujar Prof. Dr. H. Arief Rachman, MPd, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.

Dr. Penia Kresnowati memaparkan,?Saya sangat berterimakasih atas penghargaan dan dukungan L?Or?al dan UNESCO, yang telah mengangkat para ilmuwan perempuan di seluruh dunia. Sebagai ilmuwan perempuan Indonesia ke-tiga yang berhasil meraih penghargaan, saya sangat bangga dan menghargai panitia seleksi yang telah memberikan kepercayaan untuk memberikan fellowship ini kepada saya.?

?Fellowhip senilai US$40.000 akan saya gunakan seefektif mungkin untuk melanjutkan penelitian ilmiah saya mengenai pengembangan sel punca (stem cells) untuk kepentingan pengobatan (therapeutic treatment). Saya berharap semoga hasil riset saya dapat diaplikasikan di untuk kepentingan pengobatan mengingat penelitian ini memiliki potensi untuk menjadi sesuatu yang sangat penting dalam bidang kesehatan,? tambah Dr. Penia Kresnowati.

Tahun ini merupakan perayaan 10 tahun kerjasama global antara L?Or?al ? UNESCO di bawah naungan program L?Oreal-UNESCO For Women in Science Awards. Dalam perayaan ini, pada tanggal 6 Maret 2008 yang lalu, para penerima penghargaan atau Laureates yang dulu dan sekarang, berkumpul di kantor pusat UNESCO di Paris, untuk menandatangani Charter of Commitment (Piagam Komitmen) For Women in Science. Sebagai anggota komunitas For Women in Science, para Laureates berkomitmen untuk membentuk sikap yang akan merubah perwajahan ilmu pengetahuan. Sementara, ulang tahun L?Or?al-UNESCO For Women In Science? Fellowships yang ke-10 akan dirayakan pada tahun 2009. Hubungan jangka panjang ini menunjukkan komitmen L?Or?al dan UNESCO dalam menyetarakan kesempatan wanita dan pria dalam bidang sains.

Di Indonesia, sebagai kelanjutan program internasional For Women in Science, L?Oreal Indonesia dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menandakan 5 tahun kerjasama lokal sejak peluncuran program Fellowship nasional pada tahun 2004, dimana 9 peneliti perempuan Indonesia telah diberikan penghargaan L?Oreal Indonesia Fellowships For Women in Science senilai Rp 60 juta untuk 3 pemenang; 2 di bidang Life Sciences dan 1 di Material Sciences.

Program For Women in Science adalah hasil kemitraan global antara grup L?Or?al dan kantor pusat UNESCO dimana setiap tahunnya memberi penghargaan sebagai berikut:

  • 5 International AWARDS senilai USD 100,000 diberikan pada lima perempuan peneliti atau Laureates yang bernilai US$ 100,000 untuk tiap pemenang, satu orang untuk tiap benua: Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Afrika, dan Asia Pasifik)
  • 15 International FELLOWSHIPS bernilai US$40,000 untuk tiap pemenang diberikan kepada 15 perempuan peneliti dari seluruh penjuru dunia yang baru memulai karir mereka dalam bidang sains (3 dari tiap benua: Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Afrika, dan Asia Pasifik). Dari Asia Pasifik, pemenang internasional tahun ini adalah dari Indonesia (Penia Kresnowati), Mongolia (Naranjargal Dashdorj) dan Nepal (Susanna Phoboo)
  • National Fellowships di lebih dari 25 negara di dunia. Di Indonesia, 3 fellowhip nasional bernilai Rp60 juta diberikan setiap tahunnya sejak tahun 2004

Sampai saat ini, lebih dari 500 ilmuwan perempuan dari seluruh penjuru dunia telah diakui kecanggihannya dalam bidang riset dan telah berhasil mendapatkan manfaat dari program ini; dimana dalam 10 tahun, program ini telah menjadi program terbesar yang mempromosikan lapangan kerja dan penelitian ilmiah yang dilakukan perempuan di seluruh dunia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Program, Penghargaan dan Fellowships, silakan kunjungi: www.forwomeninscience.com. Untuk foto-foto: www.fwis-library.com

Share this