Posted April 9, 2010 by admin in Berita

Kuliah Umum oleh Prof. Osamu Ono dan Prof. Marzuki Khalid

Jumat, 9 April 2010, Teknik Fisika ITB menyelenggarakan kuliah umum di Ruang Multi Media Gedung TP Rahmat, dari jam 09.00 ? 11.00 WIB. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Prof. Osamu Ono dari Meiji University dan Prof. Marzuki Khalid dari University of Technology Malaysia (UTM).

Kuliah umum dimulai oleh Prof. Osamu Ono, Presiden, Japan – Society for Simulation Technology, Institute for Control Systems Engineering, Meiji University. Sebelum memulai kuliah, Prof. Ono memperkenalkan Meiji University secara singkat dan menyatakan niat beliau untuk menjalin kerjasama dengan univesitas dari negara-negara Islam. Prof. Ono juga sempat mengedarkan brosur dan katalog tentang Meiji University kepada para mahasiswa.

Prof. Ono yang mempunyai keahlian di bidang Teknik Kontrol dan Robotik menyampaikan? kuliah umum tentang ?Automated Moving Object Detection by Improved Optical Flow with HSV Color Space for Avoidance of Car Accident?. Prof. Ono membahas tantang masalah ? masalah yang muncul termasuk aliran optik dan mengusulkan metode untuk mendetek obyek bergerak yang tidak kelihatan oleh pengemudi kenderaan menggunakan real-time processing dan sensor deteksi yang akurat pada waktu siang dan malam. Aplikasi real-time processing dan perbaikan aliran optik dengan HSV Color Space mempersempit radius deteksi serta menurunkan? noise dan boleh menghindari terjadinya kecelakaan.

Prof. Ono yang juga merupakan anggota Department of Electronics & Bioinformatics menyampaikan satu lagi kuliah singkat ?Fixed Column Primer for Boolean Matrix Multiplication with DNA Computing?. Di kesempatan itu, Prof. Ono membahas tentang algoritma dan alat serta model dan konstruksi DNA computing. Sebelum Prof. Khalid menyampaikan kuliahnya, Prof. Ono juga sempat menjelaskan tentang E-Web Research Laboratory for Global & Educational Collaboration Network. Menurut Prof. Ono, e-learning saja tidak cukup untuk mahasiswa teknik dan ilmu pengetahuan. Justru, E – Web Research Laboratory diperlukan supaya individu dari tempat yang berbeda dapat bersama ? sama melakukan eksperimen dari jarak jauh tanpa perlu berada di tempat yang sama. Di kesempatan tersebut, Prof. Ono juga menyatakan keinginannya untuk menjalin kerjasama dengan para profesor di Indonesia untuk mengembangkan E – Web Research Laboratory.

Selanjutnya, Prof. Marzuki Khalid, Wakil Rektor (Riset dan Inovasi) dari UTM yang telah bergerak di bidang artificial intelligence sejak tahun 1994 menyampaikan kuliah umum tentang ?Artificial Intelligence and Its Application?. Prof. Marzuki memulai kuliahnya dengan melakukan peninjauan terrhadap? biological intelligence termasuk contoh dan aspek ? aspek yang berkaitan seperti kemampuan untuk belajar, pemikiran secara logis dan lain ? lain.? Prof. Khalid kemudiannya menjelaskan tentang latar belakang dan perkembangan artificial intelligence dan aplikasinya antara lain di bidang symbolic AI, new AI dan microscopic biological models. Prof. Khalid juga membahas tentang genetic algorithm, DNA computing, chaos theory, rough sets, dan intelligent system design.

Prof. Khalid yang juga? merupakan Direktur, Malaysia ? Japan University Center memberikan penjelasan secara singkat tentang CAIRO (Centre for Artificial Intelligence & Robotics) dan proyek yang berkaitan antara lain konsep laboratorium virtual, pengenalan tulisan tangan, pengenalan nomor polisi kenderaan, pengenlan kayu dan lain ? lain. Prof. Khalid menutup kuliah umumnya dnegan prospek kedepan AI. Di kesempatan itu, Prof. Khalid juga menyampaikan bahwa bahan kuliah beliau yang berkaitan denagn AI dapat diakses di www.cairo.utm.my. Prof. Khalid juga menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerjasama dan program pertukaran pelajar antara ITB dan UTM.

Seterusnya acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab diikuti konferensi video di antara Prof. Ono dan mahasiswa beliau di Meiji University. Walau bagaimanapun, konferensi video tersebut tidk dapat dilanjutkan dikarenakan masalah teknis dan diharapkan konferensi video seumpama itu dapat dilakukan di masa depan anatara Meiji University and ITB.

Share this