FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Mahasiswa Teknik Industri ITB Juara II LKTI 2010

Lomba Keilmuan Teknik Industri yang lebih dikenal sebagai LKTI merupakan kompetisi keilmuan teknik industri yang tertua di Indonesia. Perlombaan ini diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI) dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI). Tahun ini adalah LKTI-UI yang ke-10 yang dilaksanakan pada tanggal 7 – 12 Maret 2010. Tema yang diusung tahun ini adalah ?Dealing with disaster: Indonesia are you ready??.

Perlombaan ini diikuti oleh berbagai universitas maupun institut se-Indonesia. Diantaranya adalah Universitas Andalas, Universitas Pelita Harapan, Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Institut Teknologi Telkom, Universitas Indonesia, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Bina Nusantara, Universitas Mercu Buana, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Petra, dan Universitas Surabaya. Jumlah perguruan tinggi yang menjadi peserta dari lomba ini berjumlah 19 perguruan tinggi dan terdapat 20 tim.

Kompetisi perlombaan LKTI yang telah dilaksanakan ini dibagi ke dalam 4 tahap perlombaan. Tahap I adalah tahap pengumpulan paper via surat dan internet. Kemudian tahap II adalah tahap pengerjaan soal-soal teknik industri. Lalu, tahap III adalah kompetisi simulasi bencana, dan tahap IV adalah babak final.

Pengumpulan paper (babak pre-eliminary) via surat dan internet dilakukan oleh seluruh peserta dari masing-masing perguruan tinggi paling akhir adalah pada tanggal 5 Februari 2010. Penilaian dan seleksi paper-paper tersebut dilaksanakan dari tanggal 6 Februari-1 Maret 2010. Dan akhirnya pada tanggal 2-3 Maret 2010, 20 tim yang lolos diumumkan. Dari 31 tim yang mengirimkan paper hanya 20 tim (berasal dari 19 perguruan tinggi) saja yang ikut ke babak selanjutnya. Tim dari Universitas Surabaya gagal melaju ke babak selanjutnya. Institut Teknologi Bandung yang mengirimkan 2 tim pun, hanya berhasil meloloskan 1 tim karena adanya peraturan quota universitas.

Tahap II, yaitu pengerjaan soal-soal, dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2010.? Seluruh peserta yang telah datang ke Wisma Makara UI, diuji dalam 4 babak pengerjaan soal, yaitu soal isian singkat dengan sistem minus, soal pilihan ganda, soal betting, dan soal essay sebanyak 3 buah. Pada pengerjaan soal ini, tim dari ITB mendapatkan peringkat pertama diikuti dengan tim Universitas Indonesia pada urutan kedua. Pada tahapan ini tidak ada tim yang dieliminasi.

Tahap III yang diadakan pada tanggal 9 Maret 2010, merupakan kompetisi simulasi yang dilaksanakan sehari setelah tahap II. Pada tahap ini, seluruh peserta melakukan simulasi pengambilan keputusan dalam kasus penanggulangan bencana di suatu negara maya. Simulasi yang dilakukan berformat games, panitia menyediakan suatu software simulasi bencana pada suatu negara maya. Setiap tim peserta melakukan pengambilan keputusan pengalokasian sumber daya dengan cara memasukkan data pada software tersebut dalam penanggulangan bencana pada periode waktu tertentu. Ukuran performansi dari simulasi ini adalah jumlah korban akibat bencana, angka kesiapan bencana, dan nilai komunikasi.? Keputusan yang dipilih nantinya akan diolah oleh software tersebut menjadi ukuran-ukuran performansi tersebut. Hasil penilaian dari tahap ini selanjutnya digabungkan dengan nilai pada tahap pertama. Nilai gabungan ini kemudian digunakan untuk menyeleksi 6 dari 20 tim tersebut. Enam tim yang lolos diantaranya adalah, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Bina Nusantara-1, Universitas Bina Nusantara-2, dan Universitas Andalas.

Selain perlombaan ada beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan selama rangkaian acara LKTI 2010. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain adalah seminar dan job expo. Seminar dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2010. Seminar yang dilaksanakan berhubungan erat dengan tema yang telah diusung. Terdapat 3 orang pembicara pada seminar ini, yaitu Dr. Priyadi Kardono, M.Sc. yang memberikan penjelasan mengenai ?National Agency for Disaster Management / Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)?, kemudian dilanjutkan oleh Dr. I Nyoman Kandun yang membahas tentang ?Peranan Sarjana Teknik dalam Penanggulangan dan Penanganan Resiko Bencana?, kemudian yang terakhir adalah B. Wisnu Widjaja yang mempresentasikan tentang ?Bencana Kegagalan Teknologi?. Kegiatan seminar ini dilaksanakan beberapa jam sebelum babak final dilaksanakan.

Pada hari yang sama, setelah seminar selesai, seluruh peserta mengikuti aktivitas yang lainnya yaitu job expo. Terdapat beberapa perusahaan yang menjadi sponsor pada job expo ini, yaitu Nielsen, Accenture, Altus, dan Samudera Montaz.? Rangkaian acara pada job expo ini diantaranya adalah presentasi tiap perusahaan dan wawancara beberapa peserta LKTI terpilih yang siap untuk direkrut. Dua orang mahasiswa ITB diwawancara secara langsung oleh perusahaan Altus.

Babak final pada tahap IV dilaksanakan dalam format presentasi mengenai ?Penganggulangan Bencana Teknologi di Kawasan Industri Banten akibat Gempa?. Setiap Tim memiliki waktu selama 1 hari? dalam menyusun bahan presentasinya, yaitu mulai tanggal 10 Maret 2010 pukul 20.00 WIB – 11 Maret 2010 pukul 22.00 WIB. Akhirnya, pada hari Jum?at, tanggal 12 Maret 2010 dilakukan presentasi tiap tim di hadapan juri tim ahli masing-masing selama 30 menit.

Berbeda dengan sistem penilaian pada kompetisi LKTI tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini penentuan juara dihitung berdasarkan nilai dari 3 tahap, yakni 25% tahap II, 25% tahap III, dan 50% tahap IV. Pengumuman pemenang ialah sebagai berikut: tim Universitas Pelita Harapan sebagai juara 1, kemudian Institut Teknologi Bandung sebagai juara 2, dan Universitas Indonesia sebagai juara 3. Tim Institut Teknologi Bandung terdiri dari Muhammad Rendy Haruman, Muhammad Akbar, Wilson Kurniawan, dan Inge Natalia.

Share this

Berita Terkait