Posted April 16, 2010 by admin in Berita

Mr. Steven Yang: Interviewing Skills Workshop

Kamis, 15 April 2010, Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (KMTI) ITB dengan kerjasama PT The Nielsen Company Indonesia (Nielsen Indonesia) menyelenggarakan “Interviewing Skills Workshop” dengan tema “How to win a job in a challenging market”. Pelatihan tersebut diadakan di Auditorium Campus Centre dari jam 13.30 – 16.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 120 mahasiswa dari berbagai jurusan di ITB.

Pelatihan disampaikan oleh Mr. Steven Yang, Direktur Personalia Nielsen Kawasan APIMEA (Asia Pasifik, India, Timur Tengah, dan Afrika) didampingi oleh Ibu Deborah, Ibu Danti, dan Ibu Grace dari Nielsen Indonesia. Kehadiran tamu dari Nielsen Indonesia disambut oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dr. Dwiwahju Sasongko, Wakil Dekan Bidang Akademik FTI, Prof. Bermawi P. Iskandar, Koordinator Bidang Riset dan Kemitraan FTI, Dr. R. Sugeng Joko Sarwono Djoko dan Ketua Program Studi Sarjana Teknik Industri,  Dr. Tota Simatupang.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Dr. Dwiwahju Sasongko. Dalam sambutannya, Dekan FTI menyampaikan terima kasih atas kedatangan Mr. Yang dan Nielsen Indonesia ke ITB untuk memberi pelatihan keterampilan wawancara. Dekan FTI berharap para mahasiswa, terutama mahasiswa tahun akhir agar dapat mengambil kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri mereka menghadapai tantangan karir ke depan. Selanjutnya, Dekan menyampaikan cenderamata kepada Mr. Yang dan delegasi lainnya dari Nielsen Indonesia diikuti dengan penyampaian cenderamata dari Nielsen Indonesia kepada Dekan dan pimpinan FTI lainnya.

Setelah acara pembukaan Dr. Joko Siswanto dari Program Studi Teknik Industri sebagai moderator mempersilakan Mr. Yang untuk memulai acara pelatihan. Di awal presentasi, Mr. Yang menekankan kepada para mahasiswa untuk memahami pasar saat ini dan kerja di sektor apa saja yang sangat dibutuhkan. Beliau kemudiannya menjelaskan bagaimana untuk memasarkan diri seseorang dari aspek curriculum vitae (CV),  surat lamaran dan keterampilan wawancara. Mr. Yang menjelaskan dengan lebih lanjut hal-hal penting yang perlu ada dalam sebuah CV dan surat lamaran. Beliau juga turut memberikan contoh CV yang kurang baik dan bagaimana sebuah CV itu dapat disusun dengan baik. Selanjutnya, Mr. Yang membahas tentang proses tipikal  pengambilan karyawan baru dan alur tipikal sebuah proses wawancara.

Selain itu, Mr. Yang juga turut menekankan pentingnya membangun sebuah hubungan awal yang baik dalam proses wawancara. Adalah sangat penting untuk mencari kedekatan antara yang mewawancara dan yang diwawancarai. Bahasa tubuh memainkan peran yang sangat penting dalam wawancara karena suatu proses komunikasi itu terdiri dari 55% fisiologi, 38% nada suara dan 7% penggunaan kalimat yang sesuai. Mr. Yang seterusnya menjelaskan hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan agar dapat memegang kendali dalam sebuah proses wawancara. Saat ditanya oleh orang yang mewawancara, adalah penting untuk menjadi SMART, spesifik (specific), terukur (measurable), orientasi aksi (action-oriented), orientasi hasil (result-based) dan terikat waktu (time-bound).

Persiapan yang matang sebelum menghadapi wawancara adalah sangat penting karena menurut Mr. Yang, “jangan sesalkan sesuatu yang telah anda lakukan tapi sesalkan apa yang tidak anda lakukan (regret not what you have done but regret what you haven’t done)”. Oleh karena itu, seorang kandidat harus melakukan riset dan mencari tahu sebanyak mungin informasi tentang perusahaan dan posisi yang ingin dilamar serta melatih cara artikulasi yang benar secara berulang-ualng terutama dalam berbahasa Inggris. Ini karena keberhasilan seseorang kandidat itu akan diukur dari aspek kesan pertama, komunikasi, kemampuan teknis, motivasi dan kesungguhannya.  Walau bagaimanapun, faktor nasib memainkan peran yang penting dan tidak ada yang bisa dilakukan tentang nasib seseorang. Setengah kandidat telah melakukan persiapan yang matang dan melaui proses wawancara dengan baik tapi tetap saja belum berhasil meraih posisi yang diinginkan. Buat mereka yang pernah atau nantinya mengalami hal seperti itu, Mr. Yang menasehatkan agar tetap “berpikir baik, bersikap baik, ia akan datang (think good, be good, it will come)”

Seterusnya, Dr. Joko Siswanto mempersilakan mahasiswa untuk bertanya soalan kepada Mr. Yang untuk mendapatkan klarifiksai lanjut buat hal-hal yang masih belum jelas. Setelah selesai sesi tanya jawab, Anandhita Kasetra, Ketua KMTI mewakili segenap warga KMTI menyampaikan cenderamata kepada Dr. Joko Siswanto sebagai moderator dan Mr. Steven Yang sebagai pembicara. Acara pelatihan kemudiannya ditutup oleh Dr. Tota Simatupang sambil menyatakan penghargaannya kepada pembicara, panitia dan para peserta yang telah berpartisipasi dalam acara pelatihan tersebut. Dr. Tota Simatupang juga berharap acara tersebut bisa bermanfaat kepada para mahasiswa dalam mempersiapkan diri masing-masing menghadapi karir di masa depan dan berharap dapat menjalin kerjasama lagi dengan Nielsen Indonesia di masa depan.

Walaupun pada awalnya terdapat masalah gangguan listrik sehingga acara pelatihan terpaksa diundur sekitar setengah jam, secara keseluruhan acara pelatihan tersebut berjalan dengan lancar. Diharapakan tujuan dari pelaksanaan pelatihan tersebut untuk mempersiapkan diri mahasiswa menghadapi tantangan ke hadapan berhasil diraih dan bersedia untuk mendapatkan pekerjaan di pasar kerja yang kian menantang.

<mya>

Share this