Posted September 7, 2010 by admin in Berita

2 Mahasiswa FTI pada “The 5th World Youth Congress 2010” di Istanbul, Turki

Dua mahasiswa FTI, Silvia Rahmawati dari program studi magister  Teknik dan Manajemen Industri dan Annisa Lifta Kurnia Dewi dari program studi sarjana Teknik Industri menjadi delegasi Indonesia untuk The 5th World Youth Congress 2010 di Istambul, Turki. Kegiatan dua tahunan ini diikuti oleh sekira 1400 pemuda/pemudi dari 147 negara sekaligus dalam rangka mensukseskan program tahunan kota Istambul sebagai European Capital of Culture.  

Kongres yang berjalan dari tanggal 31 Juli – 13 Agustus 2010 yang lalu terdapat beberapa kategori delegasi, yaitu young activist, young educator, young journalist, young artist dan young entrepreneur. Para delegasi negara akan mengikuti berbagai workshop yang telah disiapkan oleh panitia setempat. Tema dari workshop pada kongres ini pun sangat beragam, mulai dari topik yang sedang hangat dibicarakan dunia yaitu mengenai Milennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 dan Global Warming, ada juga topik yang berkaitan dengan  kemiskinan, sistem edukasi, kesehatan, HIV/AIDS, manajemen proyek, manajemen konflik, perdamaian dunia, politik, regional konflik, kebudayaan di berbagai negara, sustainable development sampai pada workshop mengenai topik softskill seperti leadership, self awareness, public speaking, photography, meditation, interview, debate, lobbying technique, self empowerment, dan juga pengenalan berbagai macam Turkish handicraft dan art

Panitia kongres menyediakan 150 jenis workshop dan para delegasi diminta untuk memilih satu pada tiap sesi pada 5 hari pertama. Selain workshop, terdapat juga roundtable discussion dengan beragam topik yang sedang hangat dibicarakan. Pada roundtable discussion ini, tiap delegasi diharapkan dapat mendiskusikan pengalaman, dampak, dan solusi dari tiap topik permasalahan sesuai dengan kondisi di negaranya masing-masing. Disinilah pertukaran nilai antar Negara terjadi, banyak hal yang dapat kita pelajari dari Negara-negara lain, karena penyelesaian konflik tiap negara pasti berbeda satu sama lain. Kegiatan selanjutnya para delegasi dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan sekira 25-30 orang untuk melakukan kegiatan local action project, yakni merupakan aksi sosial pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada di kota-kota luar Istanbul. Aksi sosial inilah yang merupakan titik berat pada kongres, karena para delegasi melakukan suatu hal yang konkrit untuk warga sekitar.  

Sebelum acara penutupan, para delegasi diajak berwisata mengunjungi berbagai tempat bersejarah seperti Hagia Sophia (Aya Sophia), Topkapi Palace, Blue Mosque, Sultan Ahmed Mosque, Miniatur Turkiye dan juga boat trip ke selat dan jembatan Bosphorus. United Nation Carnival merupakan puncak acara dari kongres yang bertepatan dengan dimulainya International Year of Youth salah satu dari program PBB. Melalui kongres ini diharapkan para pemuda/pemudi di seluruh dunia dapat melihat dan berfikir tentang Youth-led Development. Dengan demikian diharapkan kemiskinan di dunia tinggal menjadi sejarah, kedamaian, hak asasi manusia, demokrasi, kepercayaan, relawan dan prospek tentang green economy dapat terwujud sehingga membawa kebahagiaan berkelanjutan untuk setiap bangsa di bumi ini.   

km/07092010 sumber: laporan peserta 

Share this