Posted October 25, 2010 by admin in Berita

Diskusi Panel dan Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo 2010

Diskusi Panel dan Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo 2010 dibuka oleh Rektor ITB Prof. Ahmaloka di Aula Barat kampus Ganesa Bandung. Kegiatan yang diadakan oleh Program Studi Teknik Kimia – Fakultas Teknologi Industri bekerja sama dengan BKKPII, IATMI dengan dukungan dari Kementrian ESDM dan BP Migas ini berlangsung selama 2 hari (Senin-Selasa) tanggal 25-26 Oktober 2010 di Aula Barat dan Aula Timur. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dikenal dengan STKSR (Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo). STKSR 2010 diisi dengan Diskusi Panel dan Seminar yang mengemukakan topik Rekayasa Proses dan Produk Menuju Pengembagan Industri Kimia yang Berkelanjutan dan Kompetitif. Fokus bahasan berkisar tentang peluang disiplin Teknik Kimia dalam pengembangan teknologi Enhaced Oil Recovery (EOR). Oleh karena itu judul Seminar sekaligus diskusi panel STKSR 2010 tahun ini adalah “Peran & Peluang Teknologi Kimia Dalam Menunjang Peningkatan Produksi Migas Nasional Melalui Enhanced Oil Recovery (EOR)”. 

“Kegiatan STKSR 2010 ini menampilkan ciri yang sangat berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, yakni keterlibatan sejumlah lembaga pemerintahan serta asosiasi profesi dalam seminar maupun diskusi panelnya”, demikian menurut Ketua Panitia penyelenggara Dr. Tjokorde Walmiki Samadhi. Lebih lanjut dikatakan, topik yang diangkat didefinisikan secara spesifik, mengarah ke isu yang bersifat urgent dalam  upaya peningkatan produksi energi nasional yakni Enhaced Oil Recovery. 

Hadir dan berkenan memberikan sambutan dalam acara tersebut Ir. Nanang Untung, Ketua Umum Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII). Sambutan kunci diberikan oleh Direktur Jenderal Migas – ESDM RI Dr-Ing. Evita H. Legowo dan Kepala BPMigas yang diwakili oleh Dr. Haposan Napitupulu, Deputi Perencanaan BPMIGAS.

Seminar dan Diskusi Panel ini dihadiri oleh Dekan FTI Dr. Dwiwahju Sasongko dan tidak kurang dari 110 peserta yang berasal dari peneliti, praktisi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam Diskusi Panel yang berlangsung secara pleno telah menghadirkan para tokoh-tokoh EOR Indonesia antara lain, Ir. Triharyo I. Soesilo, MChe, IPM, Komisaris PT. Pertamina (Persero), Prof. Dr. Ir. Septoratno Siregar, Guru Besar ITB, Ir. Karsani Aulia, Profesional, Dr. Ir. Haposan Napitupulu, Deputi Perencanaan BPMIGAS, Ir. Edy Hermantoro, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas ESDM RI, Ir. Sumantri Ishak, Ketua Komunitas Kimia Hilir BKK-PII. Sedangkan yang bertindak selaku moderator dalam Diskusi Panel tersebut adalah Prof. Dr-Ing. Rudi Rubiandini R.S., Guru Besar ITB.

Setelah diskusi panel diadakan penanda-tanganan Nota Kesepahaman antara BKK-PII dan IATMI. Seminar diadakan secara paralel dalam 4 sesi dan bertempat di Aula Timur kampus ITB. Penyaji makalah dalam seminar antara lain Dr. Ir. Erliza Hambali, M.Sc, IPB, Mr. Shao Zhnebo, PT. DPS Petroleum, Dr. Ir. Usman, M.Eng, KPRT Eksploitasi Lemigas, Ir. Achmad Gunawan Widjaksono, MAS, Kementrian Lingkungan Hidup, staf PT. Indospect Energy dan PT. Pridusila Procont Mulya, dll.

km/251010

Share this