Posted November 25, 2010 by admin in Berita

Workshop METROLOGI 2010 diadakan oleh FTI dan Kemendag RI

Program Studi Magister Instrumentasi dan Kontrol Fakultas Teknologi Industri (FTI) bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI pada hari Rabu, 25 Nopember 2010 bertempat di Ruang Seminar Teknik Fisika Gedung TP. Rahmat lt.2 telah menyelenggarakan workshop dalam bidang Metrologi. Ketua Panitia Workshop Metrologi 2010 Dr. Supriyanto pada saat pembukaan acara mengatakan bahwa tema pada workshop ini adalah Pemberdayaan Metrologi Nasional untuk Meningkatkan Kemampuan Pengukuran dan uji Mutu pada Migas serta Produk Perdagangan Utama guna Peningkatan Daya Saing Bangsa. Ada 3 topik utama yang akan dibahas pada workshop ini yaitu, (1) Permasalahan dan Penanganan Custody Transfer/Metering System pada Produk Migas, (2) Kemetrologian dan Uji Mutu Komoditi Teh, dan (3) Pendidikan Kemetrologian.

Peserta Workshop Metrologi 2010 terdiri atas para staf kantor perwakilan Kementrian Perdagangan dari berbagai provinsi, dosen/akademisi, para mahasiswa S2/S3 FTI dll. Workshop dibuka oleh Dr. Dwiwahju Sasongko, Dekan FTI yang dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemendag RI, Bapak Rahayu Budi, MM. Sedangkan para pembicara yang tampil dalam workshop ini merupakan para pakar yang berpengalaman dan sesuai dengan tugas yang diemban di kantornya masing-masing. Sehingga workshop ini diharapkan akan memunculkan best practice yang dapat memberikan informasi kepada peserta workshop sehingga mampu memberikan kontribusinya dalam peningkatan daya saing komoditas Migas dan Produk lain yang berada dibawah koordinasi kementerian perdagangan.

Seperti yang telah diketahui bahwa penggunaan alat ukur dan sistem alat ukur pada produk Migas telah ditenerapkan sejak dari hulu (kilang, pengapalan/transportasi) hingga hilir (perhatikan SPBU dengan alat ukur literannya). Semua alat ukur dan sistemnya memerlukan uji tera (dikalibrasi) oleh suatu lembaga yang berwenang untuk melakukan peneraan alat tersebut. Dengan demikian konsumen sebagai pengguna produk tidak dirugikan begitu juga produsennya. Lintas kementerian yang terkait dalam masalah penggunaan alat ukur migas dan produk lainnya antara lain: Kemenhub, Kemenkeu, Kemendag dan Kemendagri. Dengan tujuan diatas maka kegiatan workshop ini diselenggarakan secara bersama antara FTI ITB bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI.

Berikut informasi tentang institusi yang berpartisipasi dalam Workshop Metrologi 2010: PT. Sucofindo (Persero) merupakan perusahaan yang berperan dalam melakukan kalibrasi meter power dan custody transfer survey produk migas yang mengacu pada standar Internasional. Direktorat Metrologi yang berada dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementrian Perdagangan RI turut tampil dengan judul Penanganan Alat Ukur Migas Sebagai Alat Transaksi (Custody Transfer) yang dibawakan oleh Usman Muthalib, S.Si, M.Si, Kasubdit. Teknik Kemetrologian Direktorat Metrologi, Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung terkait dengan produk teh, PT. Pertamina Gas yang memiliki komoditi Migas dan Instansi yang bergerak dibidang pendidikan yakni Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemendag RI dan ITB (PS Magister Instrumentasi dan Kontrol FTI). 

Selain produk Migas, dibahas pula komoditi barang ekspor lainnya yaitu teh. Mengingat produk teh agar dapat diterima oleh negara tujuan ekspor haruslah memenuhi standar mutu tertentu. Sementara itu Standar Nasional  Indonesia (SNI) telah berupaya memberikan batasan secara normatif terhadap kualitas produk teh ini. Beberapa jenis produk teh telah ber-SNI karena produk tersebut telah memenuhi kriteria yang ditetapkan SNI misalnya ukuran partikel, kenampakan, air seduhan dan kenampakan ampas seduhan. Teh dapat dinilai kualitas/mutunya dengan cara antara lain melalui uji visual yakni pengujian yang bersifat phisik (outer quality) dan uji bersifat cita-rasa (inner quality). Untuk yang terakhir ini diperlukan peranan manusia yang bertindak selaku taster (pe-cita rasa) yakni orang yang peka dan konsisten dalam memberikan penilaian melalui selera rasa (taste) terhadap setiap produk teh.

Keberhasilan  dalam melakukan transaksi yang berkeadilan dalam komoditi migas dan produk lain tidak terlepas dari peranan sumber daya manusia yang berada dibalik produk itu. Oleh karena itu di penghujung workshop dibahas pula tentang peranan atau perlunya pendidikan kemetrologian untuk memperkuat posisi sistem perdagangan Indonesia dalam suatu transaksi. Materi ini disampaikan oleh Dr. Farida I. Muchtadi, KK Instrumentasi dan Kontrol FTI. Mudah-mudahan dengan terselenggaranya Workshop Metrologi 2010 ini dapat memberikan dorongan semangat pada instansi dan pejabat terkait untuk lebih berdaya lagi sehingga komoditas migas maupun produk lain mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain karena produk kita telah memenuhi standar tertentu dan diukur dengan alat ukur yang benar (telah ditera/kalibrasi sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Share this