Posted February 22, 2011 by admin in Berita

Program Kerjasama Penelitian JSPS-DGHE (ITB – Hiroshima University)

Dalam rangka JSPS-DGHE Bilateral Joint Research Program pada hari Kamis 10 Februari 2011 yang lalu di Ruang Rapat Fakultas Teknologi Industri telah diselenggarakan Mini Seminar dengan topik Development of Integrated Technology Transfer Model Toward Self-Sufficiency. Seminar diselenggarakan pukul 08:00 – 10:00, dibuka oleh Dekan FTI-ITB, Dr. Hermawan K. Dipojono, dan dihadiri oleh kedua tim peneliti, yaitu Prof. Senator Nur Bahagia, Dr. Lucia Diawati, Dr. Iwan Inrawan Wiratmadja, Dr. Drajad Irianto, Dr. Anas Ma’ruf, Dr. Tota Simatupang, Dr. Andi Cakravastia, dan Dr. Yosi Agustina Hidayat dari ITB, dan Prof. Yasuo Yamane, selaku Executive and Vice President Universitas Hiroshima, Prof. Ritsuo Hashimoto, Prof. Katsuhiko Sekiya, Prof. Katsuhiko Takahashi, Prof. Katsumi Morikawa, dan Mr. Yuji Hirano dari Universitas Hiroshima.

Penelitian bersama antara ITB dan Universitas Hiroshima di bidang transfer teknologi tersebut akan berlangsung selama tiga tahun, dimulai awal April 2009 dan akan berakhir pada akhir Maret 2012. Sesuai dengan jadual kegiatan yang ditetapkan, pada tahun kedua dari kerjasama penelitian tersebut, Tim Peneliti Universitas Hiroshima telah mengembangkan Model Kuantifikasi Tingkat Teknologi (Technology Level Quatification Model) yang ditujukan untuk mengukur secara kuantitatif tingkat perkembangan kemampuan teknis operator dalam mengoperasikan suatu teknologi baru. Pengembangan model tersebut akan dilanjutkan dengan pengembangan Model Prediksi Sistem Pabrik (Plant System Prediction Model) yang ditujukan untuk memprediksi kapasitas pabrik yang dapat dikembangkan sebagai dampak dari perubahan teknologi dan perkembangan kemampuan teknis operator. Secara bersamaan, Tim Peneliti ITB telah mengembangkan Model Prediksi Perubahan Manajemen (Management Change Prediction Model) yang akan digunakan untuk memprediksi dampak perubahan teknologi pada perubahan manajemen perusahaan dan kinerjanya. Pada tahap selanjutnya, ketiga model tersebut akan diintegrasikan dan diimplementasikan pada suatu kasus untuk memprediksi dampak perubahan teknologi yang dipicu oleh transfer suatu teknologi baru dari luar perusahaan terhadap kinerja perusahaan tersebut.

Kerjasama penelitian tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mengisi MOU (Memorandum of Understanding) antara ITB dan Universitas Hiroshima yang secara formal telah ditandatangani di ITB pada tanggal 22 September 2006. Oleh karenanya, selain pemaparan kemajuan penelitian dari kedua belah pihak, pada seminar tersebut juga dibahas mengenai tiga kegiatan kolaborasi antara ITB dan Universitas Hiroshima lainnya, yaitu (1) rencana kegiatan riset antara ITB dan Universitas Hiroshima ke depan, (2) pengembangan kerjasama tripartie antara ITB, Universitas Hiroshima dan industri, serta (3) rencana kegiatan Hiroshima University Bandung Center (HUBC) di ITB.

Beberapa kegiatan kolaborasi ITB dan Universitas Hiroshima yang disepakati akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini adalah (1) ‘The 4th Workshop on Manufacturing Engineering in Industrial Estate: Basic Technologies for the Quality of Products’ yang akan diselenggarakan bekerja sama dengan KIIC (Kerawang International Industrial City) pada awal Juni 2011, dan (2) Hiroshima University Fair pada 22 September 2011 di ITB yang bertujuan untuk lebih mengenalkan kultur dan program pendidikan dan riset Universitas Hiroshima serta industri Jepang pada sivitas akademika ITB.

Share this