Posted August 22, 2011 by admin in Berita

Tujuhbelasan bareng HIMATEK

Sudah 66 tahun Indonesia merdeka, 66 tahun bukanlah waktu yang singkat. Seharusnya sudah banyak cita-cita para pendahulu yang telah terwujud untuk kebaikan bangsa Indonesia. ‘Tusuk Sate’, atau Tujuhbelas Agustusan Bersama HIMATEK merupakan refleksi yang diadakan oleh HIMATEK ITB terhadap semangat nasionalisme yang sekarang masih hinggap di hati para insan Teknik Kimia ITB.

Acara diadakan pada tanggal 17 Agustus 2011 pukul 13.00. Acara ini dipionir oleh divisi Internal HIMATEK. Untuk mensuasanakan acara, peserta acara yang merupakan Teknik Kimia 2008, 2009, dan 2010 diharusnya menggunakan pakaian bernuansa merah dan putih. Terlihat selasar labtek X dipenuhi nuansa merah putih.

Acara dibuka oleh sepatah kata tentang nasionalisme dari Pak Mubiar, dosen Teknik Kimia ITB. Dalam uraiannya, beliau memaparkan tentang makna kemerdekaan. Beliau menekankan fungsi pahlawan pahlawan adalah bagian dari sejarah, karena merekalah bangsa kita tetap eksis. Menurut beliau, kemerdekaan saat ini masih di tunggangi oleh kebebasan individu, seolah-olah kepentingan individu lebih harus didahulukan dibandingkan kepentingan kelompok. Bhinneka Tunggal Ika yang diwariskan oleh para pendahulu seharusnya menjadi bekal untuk mengisi kemerdekaan. Beliau berpesan, sudah 66 tahun Indonesia merdeka namun Indonesia terlalu lambat mengembangkan keilmuan. Sebagai mahasiswa teknik kimia, kita harus bisa mengembangkan itu dalam waktu 6 semester ini.

Setelah uraian 60 menit dari Pak Mubiar acara dilanjutkan dengan pemutaran video bertemakan nasionalisme. Video 1, 2, dan 3 berisi pidato Presiden Soekarno. Video 4 berisi sajak W.S. Rendra yang berjudul ‘sebatang lisong’. Ada juga pemutaran video angkatan Teknik Kimia 2010 yang bertemakan tentang nasionalisme. Semua peserta terlihat menikmati video dan terinspirasi oleh pemutaran video yang sudah disiapkan oleh divisi PSDA (Pengenbangan Sumber Daya Anggota) HIMATEK.

Untuk menyemarakan semangat 45, diadakan lomba pidato tentang kemerdekaan. Masing-masing angkatan mewakilkan 1 kontestan untuk mengikuti lomba ini. 2008 diwakili oleh Hendra, 2009 diwakili oleh Bernadus, dan 2010 diwakili oleh Noval .Hendra, Teknik Kimia 2008, menjadi pemenang dalam lomba pidato ini. Ia memberikan sedikit tamparan mengenai keadaan Indonesia saat ini. Menurutnya Indonesia sudah terlalu didominasi oleh perusahaan asing dan lulusan universitas juga banyak berlomba untuk bekerja di preusan asing alih-alih di preusan dalam negeri.

Acara dilanjutkan dengan REAKTOR RAMADHAN. REAKTOR merupakan kepanjangan dari ’Refreshing Angkatan Bersama KESTOR’. REAKTOR sudah diadakan sejak minggu lalu dan ditutup hari ini. Pertandingan yang dilombakan adalah bola bekel dan Uno Stacko. Terlihat semangat para peserta ketika memainkan bola bekel dan menyusun balok-balok Uno Stacko. Lomba di tutup dengan lomba bakiak antar angkatan di selasar luar Labtek X.

Acara ditutup dengan pengumuman penemang REAKTOR dan best dress bagi peserta yang menggunakan pakaian yang dirasa paling merah putih. Untuk mengakhiri acara, semua hadirin (TK 2008,2009 dan 2010) berfoto bersama untuk mengakrabkan suasana. Adzan Magrib berkumandang, makanan berbuka sudah disiapkan. Semua peserta acara menyantap hidangan yang telah disiapkan bersama-sama.

Melalui acara ini, diharapkan hadirin yang datang dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan rasa kebersamaan antar anggota HIMATEK lewat lomba-lomba yang telah diadakan. Diharapkan juga hadirin yang datang dapat memakanai lebih semangat nasionalisme setelah 66 tahun kemerdekaan Indoensia.

Share this