Posted October 10, 2011 by admin in Berita

The Klungbot Team Juara pada INAICTA 2011

Acara puncak dan penutup dari pagelaran Indonesia Information and Communication Technologies Award (INAICTA) 2011 dilaksanakan pada Rabu, 5 Oktober 2011. Malam Anugerah INCAICTA 2011 ini dihadiri langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, dan Bapak Ashwin Sasongko (Dirjen Aplikasi Informatika).

Sebanyak 24 peserta mulai dari profesional, praktisi, mahasiswa hingga pelajar meraih penghargaan Indonesia Information and Communication Technologies Award (INAICTA) 2011, dari 110 peserta yang masuk nominasi. Para pemenang selain mendapat piagam penghargaan, juga memperoleh hadiah uang masing-masing Rp20 juta.

Adalah Bapak Eko Mursito, salah satu dosen Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung yang bersama timnya mendapatkan penghargaan/juara INAICTA 2011 pada kategori Research and Development dengan karyanya adalah Klungbot. Tim yang diberi nama Klungbot Team ini terdiri dari Eko Mursito Budi, Karismanto Rahmadika, Krisna Diastama, Fariza Dian Prasetya, Sutriyana, Sholeh Taryana.

Klungbot adalah sistem robot untuk memainkan angklung, suatu alat musik bambu kebanggaan Indonesia. Robot ini terdiri dari satu komputer sebagai maestro dan beberapa robot musisi. Tiap robot musisi memiliki 12 lengan elektro-mekanik untuk memegang angklung.

Keistimewaan Klungbot adalah, angklung yang digunakan bersifat mono-tone (kedua tabung suaranya bernada sama), berbeda dengan angklung biasa yang bersifat multi-tone. Ada dua keuntungan inovasi tersebut. Pertama, untuk mengurangi jumlah angklung. Satu unit kecil angklung padaeng yang terdiri atas 31 angklung melodi, 12 angklung akompanimen mayor dan 12 angklung akompanimen minor, akan bisa diwakili oleh 36 angklung mono-tone saja. Dengan demikian 3 robot musisi sudah bisa memainkannya. Keuntungan kedua, angklung mono-tone lebih fleksibel untuk dimainkan oleh robot dengan berbagai efek harmonisasi suara.

Untuk menikmati musik angklung, maka orang tinggal memilih lagu pada maestro, dan menekan tombol mulai bermain. Seperti layaknya seorang konduktor musik, maestro akan memberi aba-aba pada seluruh robot musisi untuk menggetarkan angklung. Disamping itu, klungbot juga menyediakan papan kunci virtual, agar angklung dapat dimainkan secara manual oleh seseorang saja.

Bagi seniman penulis lagu, klungbot menyediakan notasi khusus yang diberi nama “doremi”. Notasi ini dipilih, karena lebih dikenal dikalangan seniman tradisionil, dan bisa mewakili nada diatonis maupun pentatonis.

FTI mengucapkan selamat kepada Bapak Eko Mursito dan Tim, semoga bisa lebih berkaya lagi.

 

Share this