Posted November 16, 2011 by admin in Berita

Oxford International Model United Nation 2011

Pada tanggal 28-30 Oktober 2011, delapan mahasiswa ITB menjadi delegasi dalam Oxford International Model United Nation 2011 (OxIMUN 2011) yang diadakan oleh University of Oxford di Inggris. Delapan mahasiswa tersebut terdiri dari Dang Dwaya Reksawibisana (Teknik Mesin 2007), Gamma Adam Firdaus (Teknik Perminyakan 2008), Sabrina Metra (Teknik Perminyakan 2009), Audi Wiratama Prabowo (Sekolah Bisnis dan Manajemen 2009), Dayu Dara Permata (Teknik Industri 2008), Dalila Ali (Teknik Industri 2009), Indah Irdianti Rochandhi (Teknik Industri 2009), dan Cut Farah Dirianti (Teknik Industri 2009). OxIMUN ini merupakan simulasi sidang PBB atau lebih dikenal dengan Model United Nation, yang telah kesekian kalinya diadakan oleh The University of Oxford.

Dalam acara yang diikuti oleh sekitar 700 mahasiswa dari seluruh dunia ini, delegasi-delegasi dibagi ke dalam 16 komite yang berada dibawah General Assembly (Sidang Umum) PBB, seperti DISEC (Disarmament and International Security), SOCHUM (Social, Humanitarian, and Cultural Committee), SPECPOL (Special Political and Decolonisation), HRC (Human Rights Council), ASEAN, EU, dan Crisis Committee. Dalam simulasi, peserta tidak mewakili negara darimana dia berasal, namun merepresentasikan dan berperan sebagai delegasi negara lain. Dalam acara ini delegasi ITB diberi kepercayaan untuk merepresentasikan Republik Ceko dan Thailand. Tiap delegasi ini membawa nama negara yang telah ditentukan panitia OxIMUN, baik secara keputusan, pendapat, dan segala sudut pandang negara tersebut.

Peserta diberi topik dalam tiap komite nya untuk menghasilkan sebuah draft resolusi yang merupakan output dari hasil perdebatan pada sidang komite PBB tersebut.

Keuntungan yang didapatkan oleh University of Oxford adalah terjalinnya hubungan antara Oxford dengan universitas-universitas yang ada di Indonesia, dan begitu juga sebaliknya. Kegiatan ini bisa menjadi pembuka jalan untuk membuat kerjasama akademik antara ITB dan University of Oxford. Keuntungan lain yang diberikan oleh delegasi ITB adalah dapat memberikan perspektif yang berbeda dalam menyelesaikan isu-isu global yang dibahas dalam konferensi.

Keuntungan yang didapatkan oleh ITB adalah OxIMUN akan membantu minat mahasiswa ITB dalam kaitan dengan hubungan internasional, meningkatkan kapasitas mahasiswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah, mempelajari aspek resolusi kon?ik, keterampilan penelitian, dan keterampilan komunikasi. OxIMUN juga menjadi pengalaman pembelajaran interaktif mahasiswa ITB di kancah internasional dan meningkatkan kesadaran mahasiswa akan permasalahan dunia yang sedang terjadi. Tidak hanya akan melibatkan para pemimpin masa depan Indonesia dalam studi dan diskusi isu-isu global, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan yang berguna sepanjang hidup mereka, seperti penelitian, menulis, berbicara di depan umum, pemecahan masalah, membangun konsensus, resolusi kon?ik dan kompromi dan kerjasama. Selain itu delegasi dari ITB telah mampu memberikan warna yang menarik dalam OxIMUN tahun ini sebab mahasiswa nya berasal dari jurusan teknik. Sedangkan delegasi negara lain berasal dari jurusan sosial seperti hukum, ekonomi, politik, hubungan internasional, dan lain-lain. Hal ini juga membuktikan bahwa meskipun kami mahasiswa teknik, kami peduli dengan permasalahan dan konflik yang terjadi di dunia dan mampu bersaing ketat dengan mahasiswa dari berbagai mancanegara. Partisipasi mahasiswa ITB dalam OxIMUN akan menciptakan kesempatan untuk mengetahui institusi pendidikan tertua dan paling bergengsi di Inggris, Oxford, langsung dari asalnya.

Selain mengikuti konferensi OxIMUN, delegasi ITB juga mengadakan kunjungan ke beberapa universitas terkemuka di Inggris yang merupakan hasil rekomendasi dari Atase Pendidikan KBRI di Inggris, Prof Dr. T.A Fauzi Soelaiman. Universitas yang dikunjungi oleh delegasi adalah University of Oxford, Cambridge University, Imperial College, London School of Economics, dan University of Manchester. Para delegasi berkunjung untuk mencari informasi mengenai pendidikan dan beasiswa, terutama pendidikan S2 di universitas tersebut. Dari kunjungan tersebut, delegasi mendapatkan beberapa informasi mengenai kuliah di Inggris seperti, singkatnya masa kuliah untuk program master yang hanya berlangsung selama setahun, biaya perkuliahan (tuition fee), biaya hidup, beasiswa Scavening dan beasiswa yang didapat langsung dari universitas tujuan, tentang mudahnya kehidupan di Inggris untuk mencari makanan halal bagi warga muslim, dan juga info tentang Persatuan Pelajar Indonesia di UK (PPI-UK).

Seluruh kegiatan yang kami lakukan di UK ini merupakan suatu bentuk pembuktian bahwa kami bisa memberikan suatu dampak serta perubahan positif bagi negeri kami. Sebagai mahasiswa, kami yakin dan mampu menunjukkan bahwa kami adalah cerdas, dan mampu mencerdaskan, tanpa perlu melakukan unjuk rasa. Kami juga menepis cibiran masyarakat yang kerap mengatakan bahwa kegiatan seperti ini hanyalah ajang jalan-jalan di luar negeri yang menghamburkan uang. Kami tidak seperti ‘mereka’. Delegasi ITB dalam OxIMUN 2011 ini mampu mengaplikasikan dan senantiasa berpegang teguh pada Tridarma perguruan tinggi yang berisikan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian masyarakat. Kami harap, ini bisa menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk mau dan berani mengambil kesempatan berkegiatan serta sekolah di luar negeri. Memang sudah seharusnya mahasiswa Indonesia bersaing dan mengalahkan mahasiswa internasional lainnya

“Think globally, act locally” -Delegasi ITB untuk OxIMUN 2011-

Share this