Posted November 28, 2011 by admin in Berita

Pelatihan Rancang Pabrik

Pada hari Sabtu, 26 November 2011, pukul 08.30-17.00 WIB, diadakan Pelatihan Rancang Pabrik (PRP) sebagai salah satu rangkaian acara Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) 2012. LRPTN 2012 diadakan oleh Program Studi Teknik Kimia ITB dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatek) ITB dan didukung oleh Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI).

LRPTN adalah sebuah ajang perlombaan perancangan pabrik tingkat nasional tahunan yang diprakarsai oleh mahasiswa teknik kimia di ITB. LRPTN 2012 mengambil tema “Pengembangan Industri Bahan Kimia Adi dan Khusu (Fine and Specialty Chemical) sebagai upaya diversifikasi Industri Kimia”. LRPTN 2012 dibagi menjadi tiga kategori :

  1. Kategori A : Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Melalui Pengembangan Produk Bahan Kimia Adi Berbasiskan Teknologi Hijau
  2. Kategori B : Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Melalui Pengembangan Industri Bahan Kimia Khusus Berbasiskan Teknologi HIjau
  3. Kategori C : Problem Solving PT Krakatau Steel (persero) Tbk. Upaya meminimalkan Pembentukan Deposit Carbon di Tube Gas Heater pada Oeprasi Zero Reformer

Pelatihan yang diadakan di ruang TVST A ITB ini mengundang Ir. Boy Sormin sebagai pembicara. Boy Sormin merupakan alumnus teknik kimia ITB angkatan 1978 yang saat ini menjabat sebagai senior process engineer di PT Rekayasa Industri. Jumlah peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 95orang, terdiri atas mahasiswa dan mahasiswi teknik kimia yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Lampung.

Membuat sebuah rancangan pabrik merupakan salah satu proyek besar bagi seorang insinyur proses. Untuk memupuk kemampuan tersebut, mahasiswa strata 1 Teknik Kimia diajarkan hal-hal dasar perancangan pabrik. Namun, perancangan yang diberikan di bangku kuliah merupakan hal yang ideal, berbeda dengan realita yang memperhitungkan berbagai pertimbangan lain. Acara PRP diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan mengenai standar-standar yang digunakan dalam sebuah pabrik, sebagai salah satu rangkaian acara LRPTN 2012. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi insinyur-insinyur profesional untuk membagikan pengalamannya dalam membuat perancangan pabrik.

Acara dimulai dengan pengenalan dan penjelasan tentang LRPTN 2012 kepada peserta PRP oleh Julius Kosasih, selaku kepala divisi materi. Dengan pengenalan ini diharapkan para peserta PRP lebih memahami mengenai tema dan kategori, pendaftaran, dan kriteria penilaian lomba. Setelah pengenalan LRPTN 2012, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia LRPTN 2012, Edith, dan ketua Himatek ITB, Herpurna Ahmad Futaqi. Adapun ketua Program Studi Teknik Kimia, IGBN Makertiharta berhalangan hadir.

Selanjutnya acara pelatihan dimulai oleh Ir. Boy Sormin. Pelatihan dibagi menjadi tiga sesi dengan total waktu ketiga sesi selama 5 jam 30 menit, mencakup garis-garis besar dalam perancangan pabrik, seperti aspek lahan/denah, konstruksi, ekonomi, operasi, dan lain-lain. Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari panitia kepada Bapak Boy Sormin dan pemberian sertifikat secara simbolis kepada dua perwakilan peserta serta foto bareng seluruh peserta dengan Ir. Boy Sormin.

Salah satu peserta yang berasal dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa acara ini cukup bermanfaat dan membantu dirinya dalam mengerjakan tugas akhir perancangan pabrik. Namun, dia berpesan agar acara seperti ini sebaiknya tidak hanya diadakan di Kota Bandung.

Secara keseluruhan acara berlangsung dengan lancar dan sukses. Semoga acara PRP ini dapat kembali dilangsungkan di tahun-tahun selanjutnya dan memberi manfaat kepada mahasiswa-mahasiswa teknik kimia di Indonesia.

Share this