Posted December 7, 2011 by admin in Berita

Kunjungan Kerja ke Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM)

Ketua Program Sarjana Teknik Industri/Manajemen Rekayasa Industri, Dr. Tota Simatupang beserta Ketua Program Magister dan Doktor Teknik dan Manajemen Industri, Dr. TMA Ari Samadhi dari Fakultas Teknologi Industri mengadakan kunjungan kerja ke UTeM Melaka dari tanggal 27 November 2011 hingga tanggal 30 November 2011. Tujuan dari kunjungan ini adalah dalam rangka mempersiapkan pertukaran mahasiswa (exchange student) antara UTeM dan ITB sebagai tindak lanjut dan untuk mengisi dari MOU yang telah ditandatangani oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka, dan Prof. Datuk Dr. Ahmad Yusoff Bin Hasan, Vice Chancellor UTeM.

Sebagai mitra di UTeM adalah Fakulti Kejuruteraan Pembuatan (Faculty of Manufacturing Engineering) dan secara khusus pertukaran mahasiswa yang akan dilakukan adalah antara mahasiswa Program Studi Manajemen Rekayasa Industri dengan mahasiswa dari Departemen Pengurusan Pembuatan (Department of Manufacturing Management). Direncanakan pada semester 2 tahun 2011-2012 masing-masing institusi akan mengirim sebanyak 6 (enam) mahasiswa/i untuk belajar selama satu semester.

Dalam kunjungan ini dilakukan pertemuan dengan Dekan Fakulti Kejuruteraan Pembuatan, Dr. Mohd. Rizal bin Salleh yang disertai oleh paraq Wakil Dekan, Ketua Departemen dan beberapa staf pengajar. Masing-masing pihak saling bertukar informasi mengenai Fakultasnya dan diikuti dengan Tanya jawab. Pertemuan berjalan dengan sangat baik dan hangat dan ke dua belah pihak merasakan perlunya kerja sama ini bisa ditingkatkan di masa mendatang. Pada akhir pertemuan, ke dua belah pihak memberikan cendera mata (cindera hati dalam bahasa Malaysia).

Setelah bertemu dengan para pimpinan Fakultas, pertemuan selanjutnya adalah dengan calon-calon mahasiwa UTeM yang akan ke ITB selama 1 semester. Pada pertemuan ini Dr. Tota dan Dr. Ari menjelaskan tentang ITB, FTI, Program Studi Teknik Industri dan Ptogram Studi Manajemen Rekayasa Industri, serta bagaimana kehidupan kemahasiswaan dan bagaimana kehidupan sehari-hari di kota Bandung. Menurut Prof. Madya Dr. Adi Saptari, Ketua Jabatan Pengurusan Pembuatan (Head of Manufacturing Management Departement), yang kebetulan adalah alumni TI-ITB tahun 1979, antusiasme mahasiswa UTeM untuk program pertukaran ini sangat tinggi. Dr. Tota juga menjelaskan bahwa dari Program Studi Manajemen Rekayasa Industri telah tersaring 6 calon yang akan dinerangkatkan ke UTeM pada semester 2 mendatang. Pada program pertukaran ini, UTeM rencananya akan menyediakan asrama (dormitory) serta pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa kita, namun biaya hidup harus ditanggung sendiri. Hal yang sama juga diharapkan dari pihak ITB.

Prof. Madya Dr. Adi Saptari juga berkenan mempertemukan delegasi FTI ITB dengan Pengarah Pejabat Antarbangsa – Canselori (Director of International Office – Chancellery), Prof. Dr. Nanna Suryana Herman. Prof. Nanna menyambut baik rencana ini dan sangat ingin bahwa program ini terlaksana beliau terlibat juga dalam pembuatan dan ikut menandatangani MOU antara ITB dan UTeM. Bahkan Prof. Nana mengundang para pimpinan ITB beserta dengan mahasiswa untuk mengadakan kunjungan ke UTeM sehingga dapat mengenal terlebih dahulu UTeM.

Kunjungan diakhiri dengan melihat asrama (dormitory) bagi mahasiswa UTeM. Pada saat ini terdapat beberapa lokasi asrama yang terpisah-pisah dan asrama-asrama ini adalah rumah/apartemen yang disewa oleh UTeM yang kemudian dijadikan asrama. UTeM sendiri sedang membangun asrama di dalam kampus, yang luasnya beberapa kali dari kampus ITB di Jl. Ganesha.

Share this