Posted February 6, 2012 by admin in Berita

Guest Lecture on Product Technology

Pada tanggal 30 Januari sampai 3 Februari, mahasiswa Teknik Kimia ITB mendapat kesempatan mengikuti kuliah umum Rekayasa Produk yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Léon Janssen dari Universitas Groningen, Belanda. Rekayasa Produk merupakan suatu cabang dari Process Engineering, yang berasal dari kebutuhan pasar dan konsumen yang berubah-ubah dari waktu ke waktu. Product Engineering pada dasarnya berusaha merancang dan mengembangkan produk dari segi struktur, proses manufaktur, dan bisnis, yaitu dari sisi ekonomi dan pemasaran.

Pada tanggal 30 Januari Prof. Janssen menjelaskan bahwa “lintasan produk” terdiri dari: Perumusan ide -> “siklus pembelajaran” (ide, rancangan, percobaan, tes, kembali ke ide lagi)

  1. ‘Evolutionary’ (pengembangan produk lama) atau ‘disruptive’ (ide yang benar-benar baru)?
  2. Pengembangan Produk
  3. Evaluasi Ekonomi
  4. Hak Cipta
  5. Pemasaran

Kuliah tamu hari kedua yang diadakan pada 31 Januari 2012 dibagi menjadi dua sesi. Sesi satu dimulai pukul 09.00, Prof. Janssen membuka kuliahnya dengan mengatakan bahwa jika produk kita ingin memasuki pasar, produk kita harus memiliki setidaknya salah satu di antara dua hal berikut: kualitas yang lebih baik atau harga yang lebih bersaing. Beliau juga memberikan materi mengenai tahapan-tahapan yang penting untuk dilalui dalam mengembangkan sebuah produk. Tahapan-tahapan tersebut di antaranya adalah menelaah kebutuhan konsumen akan produk tersebut, mempelajari bagaimana kompetitor memenuhi kualitas produk yang dibutuhkan konsumen, membandingkan kualitas produk yang dapat kita kembangkan dengan yang sudah dikembangkan kompetitor, dan akhirnya kita bisa memilih konsep produk kita sendiri. Selain itu, estimasi biaya juga tidak kalah penting. Total estimasi biaya mencakup biaya bahan mentah, peralatan, energi, ruang, tenaga kerja, dan biaya tambahan seperti biaya riset, manajemen, serta administrasi.

Sesi kedua yang dimulai pada pukul 13.00 pada hari yang sama diisi dengan penjelasan Prof. Janssen mengenai pengembangan produk bahan perekat yang aplikasinya sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada plester, stiker, memo notes, dan lain sebagainya. Sesi ini lebih mengarah kepada teknik-teknik pembuatan bahan perekat yang baik, misalnya bagaimana bahan perekat tidak memiliki efek mengelupas atau tidak membuat permukaan menjadi kotor. Kekuatan bahan perekat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan produk yang dikembangkan. Prof. Janssen menjelaskan bahwa kekuatan bahan perekat ini dapat dijelaskan oleh Lennard-Jones energy.

Rekayasa produk herbisida dan polimer biodegradable dari pati merupakan topik bahasan dalam kuliah tamu hari ketiga, 1 Februari 2012, yang dibawakan oleh Prof. Janssen. Sesi ini berlangsung di ruang X-316 Labtek X dari pukul 13.00 hingga 15.15. Seperti yang kita ketahui, herbisida digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan tanaman liar tanpa membunuh tanaman utama. Permintaan pasar terhadap produk herbisida cukup tinggi sehingga patut dikembangkan. Salah satu inovasi dari rekayasa produk herbisida adalah mikrokapsul. Dengan adanya kapsul, maka dapat dikontrol waktu aktifnya produk herbisida, yang dapat mengurangi waktu dan energi penyebaran herbisida ke tanah. Inovasi yang dikembangkan oleh Prof. Janssen adalah kapsul yang terbuat dari campuran gelatin dan gummi arabicum, yang koefisien difusinya meningkat jika terdapat kontak dengan air, sehingga bahan herbisida dalam kapsul akan keluar dan aktif.

Setelah break selama 15 menit, sesi ini dilanjutkan dengan bahasan mengenai polimer biodegradable yang terbuat dari pati. Beliau mengatakan bahwa sampah plastik merupakan salah satu permasalahan utama lingkungan saat ini. Sekitar 6,5 juta ton sampah plastik per tahun dihasilkan di Eropa. Sebagai perbandingan, jika sampah ini dipakai untuk membuat tembok raksasa Cina, maka setara dengan 65 km/tahun tembok sampah plastik solid yang dapat dibuat. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan bahan baku lain agar dapat dibuat sustainable plastic, dan pati merupakan pilihan utama. Pada dasarnya pati merupakan makromolekul yang terdiri dari polimer berantai lurus panjang yang disebut amilosa dan polimer rantai bercabang atau amilopektin. Dengan menggabungkan pati dan polimer lain untuk membuat plastik, waktu degradasi plastik menjadi lebih cepat, karena pati merupakan bahan alami yang dapat terdekomposisi secara cepat oleh mikroba, sedangkan polimer sintetik akan terdegradasi lebih cepat akibat luas permukaan bertambah ketika pati sudah terdekomposisi.

Pada kuliah tamu hari kamis 2 Februari 2012, mula-mula Profesor menjelaskan mengenai produksi cat. Pembuatan cat berdasar pada hukum newton. Pada umumnya, sifat cat yang diinginkan adalah mudah untuk dipoleskan ke tembok atau objek lainnya (tidak perlu tenaga yang besar untuk membuatnya merekat ke objek yang ingin dicat), pigmen yang terkandung di dalamnya tidak boleh mengendap, dan tidak mudah menetes. Masing-masing spesifikasi sifat cat ini membutuhkan viskositas yang berbeda-beda, misalkan agar cat mudah untuk dipoleskan maka ia tidak boleh terlalu viskos, namun jika kekentalannya kurang, ia menjadi mudah menetes. Karena itu, dibutuhkan perhitungan yang sedemikian rupa agar viskositas dari sebuah cat dapat membentuk semua sifat yang dibutuhkannya. Selanjutnya, dijelaskan mengenai manufaktur obat. Masalah utama dari produk obat-obatan pda umumnya adalah zat obat yang telah dikonsumsi oleh tubuh akan perlahan hilang dan konsumen dianjurkan untuk mengkonsumsi obat lagi untuk menjaga agar efek dari obat tersebut dapat tetap dirasakan oleh tubuh. Syarat yang umum bagi sebuah obat antara lain adalah biodegradable, residunya mengandung larutan organic dalam konsentrasi rendah, tidak beracun, ukuran partikelnya sesuai, serta diameternya tidak terlalu lebar. Untuk mencapai semua sifat obat yang diinginkan ini, dibuat sebuah inovasi dengan memproduksi partikel dengan metode Supercritical CO2. Supercritical CO2 ini dicampurkan dengan polimer dalam pembuatan obat, penambahan ini akan meningkatkan difusivitas obat dan menurunkan viskositasnya.

Pada sesi kedua hari Kamis ini materi yang dibahas oleh Profesor adalah mengenai aturan dalam pematenan produk. Jika ingin mematenkan produk buatan kita maka yang harus dilakukan adalah mempelajari tentang produk yang ingin dibuat, melakukan percobaan pembuatan produk, memutuskan apa yang akan dipatenkan, mendeskripsikan invensi produk kita, lalu ajukan untuk dipatenkan. Yang penting dan perlu ditekankan dalam mematenkan produk buatan kita adalah bahwa kita harus menghindari adanya oublikasi sebelum kita mengaplikasikan produk yang ingin dipatenkan.

Melalui kuliah tamu ini diharapkan Mahasiswa Teknik Kimia bisa membuka pemikiran bahwa inovasi-inovasi sederhana maupun rumit dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai suatu produk. Dalam membuat inovasi tersebut harus dilakukan tahapan-tahapan yang cukup panjang dan studi yang berkelanjutan.

Share this