Posted May 1, 2012 by admin in Berita

Upaya Diversifikasi Industri Indonesia dalam Grand Final LRPTN 2012

BANDUNG, itb.ac.id – Grand Final Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) 2012 dilaksanakan pada Rabu-Kamis (25-26/04/12) dengan mengusung tema ‘Pengembangan Industri Bahan Kimia Adi dan Khusus (Fine and Specialty Chemical) sebagai Upaya Diversifikasi Industri Indonesia’. Lomba berskala nasional ini telah terselenggara untuk kali yang ke-13 oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB bekerja sama dengan Program Studi Teknik Kimia ITB. Dalam Grand Final ini ditentukan para juara dari tiga kategori yang dilombakan, yang dirangkaikan dengan kegiatan talkshow, diskusi antar himpunan, dan expo UKM.

Hari pertama Grand Final LRPTN 2012 di Aula Timur ITB  diisi dengan talkshow dan penjurian final kategori C, yang merupakan kompetisi problem solving dari PT. Krakatau Steel dengan tema ‘Upaya Meminimalkan Pembentukan Deposit Karbon di Tube Gas Heater pada Operasi Zero Reformer‘. Sesi penjurian ini diwarnai dengan sesi debat antar finalis yang diakhiri oleh tanya jawab peserta dengan juri. Sebelum penjurian kategori C tersebut, diadakan talkshow dengan tema ‘Penerapan Tek nologi Hijau dalam Industri Proses dalam Mewujudkan Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan’ dengan pembicara Retno Gumilang Dewi (Kepala Pusat Kebijakan Keenergian ITB), Taufik Muhammad (Technical AFR Manager PT. Indocement Tunggal Prakasa), dan Luciawati Sunarjo (Kepala Bidang Industri Hijau Kemenperin).

Grand Final LRPTN 2012 hari berikutnya berlangsung paralel di Aula Timur dan Aula Barat ITB. Pada hari tersebut dilakukan penjurian final kategori A dengan tema ‘Peman Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Melalui Pengembangan Produk Bahan Kimia Adi Berbasiskan Teknologi Hijau’ dan kategori B dengan tema ‘Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Melalui Pengembangan Industri Bahan Kimia Khusus Berbasiskan Teknologi Hijau’. Para juri dari kalangan praktisi dan akademisi mengkritisi dengan baik seluruh karya peserta dan tentunya memberikan apresiasi serta saran untuk perbaikan ke depannya dengan harapan nantinya rancangan pabrik ini tidak hanya berhenti di atas kertas saja namun dapat pula direalisasikan.

Pada yang sama, dihelat expo LRPTN 2012 yang diselingi dengan diskusi empat himpunan mahasiswa jurusan: Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik (HMFT) ITB, Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB, dan Himpunan Mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (HIMASITH) NYMPHAEA mengenai pengembangan keprofesian dan pengabdian masyarakat masing-masing mengenai biogas. Diskusi ini diharapkan dapat menginisiasi kolaborasi berbagai himpunan mahasiswa jurusan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pengembangan energi terbarukan dari biogas. Diskusi ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai industri biogas di Indonesia yang disampaikan oleh pengusaha biogas, Andrias Wiji (alumnus Teknik Kimia 1997).

Acara kemudian dilanjutkan dengan yang tidak kalah menarik yaitu talkshow yang menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang sepak terjangnya sudah diakui publik. Hadir sebagai pembicara Dian Risdianto (Manager Environment & Process Department PT. Sido Muncul, Derom Bangun (Wakil Ketua I Dewan Minyak Sawit Indonesia) dan Nadya Fadila Saib (CEO & founder Wangsa Jelita). Tema yang diangkat untuk talkshow ini adalah ‘Peningkatan Daya Saing Indonesia melalui Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Alam’. Berhasil di bidang masing-masing, para pembicara ini telah membuktikan kemampuan mereka untuk berinovasi dalam pengembangan sumber daya alam Indonesia untuk produk-produk mereka.

Rangkaian acara Grand Final LRPTN 2012 ditutup oleh penampilan dari musisi Tulus yang membawakan beberapa lagu dan single terbarunya dengan judul Sewindu. Penutupan acara tahunan ini diharapkan tidak menjadi akhir dari inovasi dalam negeri, namun menjadi batu loncatan mahasiswa untuk terus berinovasi dalam membangun negeri.

Para Pemenang LRPTN 2012

Kategori A
JUARA I : Universitas Katolik Parahyangan (Shierin, Henny Sunjaya, Christine Saputra)
“Pabrik Isolasi Klorofil Berbahan Baku Limbah Daun Singkong”
JUARA II : Universitas Katolik Parahyangan (Ricky Tanu Pinawan, Yuliani, Winnie Teddyono)
“Perancangan Pabrik Sorbitan Monooleat dari RBD Palm Oil”
JUARA III : Institut Teknologi Bandung (Aditya Kris Harjanto, Rio Irawan, Stefanus Ryan Yunarto)
“Pabrik Xylitol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit”

Kategori B
JUARA I : Institut Teknologi Bandung (Selly, Flabianus Hardi, Ferric Christian)
“Pabrik Pelumas Nabati Berstandar Pangan dari Minyak Jarak Kaliki”
JUARA II : Universitas Sebelas Maret (Hangga Ruky Warmiaji, Fawaidzdurahman, Dwi Hantoko)
“Pabrik Metil Ester Sulfonat”
JUARA III : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Shella Permatasari Santoso, Yosephine Yulia Margaretha, Rebeca Ervina Sanjaya)
“Prarencana Pabrik Glikoalkaloid dari Solanum nigrum sebagai Senyawa Aktif dalam “Glycoalderm” (Salep Anti Kanker Kulit) dengan Metode Ekstraksi Fluida Superkritis CO2″

Kategori C
JUARA I : Institut Teknologi Bandung (Ricky Januar Utama, Anton Prayogo)
“Penggunaan Katalis Nikel Berlapiskan Ceria dengan Ratio Steam-Methane Rendah untuk Menurunkan Deposit Karbon pada Tube Gas Heater”
JUARA II : Universitas Lampung (Dedi Irawan, Muhammad Ahdan)
“Menghambat Reaksi Cracking CH4 pada Tube Fired Heater dengan Menurunkan Fraksi CH4 untuk Meminimalkan Pembentukan Deposit Carbon”
JUARA III : Universitas Indonesia (Antonius Chrisnandy, Tania Desela)
“Meningkatkan H2O/CH4 Ratio dengan Menambahkan Steam pada Masukan Gas Heater”

Disadur dari tulisan Abdurrachman Naim (Teknik Kimia 2008)

Sumber: http://www.itb.ac.id/news/3592.xhtml

Share this