Posted May 30, 2012 by admin in Berita

Mahasiswa Teknik Fisika Tergabung dalam ASCENT 2012

Asian Students Collaboration Encouragement Program in Technology (ASCENT) adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Tokyo Institute of Technology (TIT). Untuk tahun ini,  tema yang diusung adalah “Life and Technology – Urban System for Our Future”. Program dimulai pada tanggal 12 Maret 2012 dan berakhir pada tanggal 20 Maret 2012. ASCENT 2012 merupakan gabungan dari kunjungan perusahaan, kunjungan industri, dan kunjungan laboratorium untuk membuka wawasan para peserta mengenai sains dan teknologi. Di akhir program, para peserta secara berkelompok diwajibkan untuk membuat presentasi berdasarkan pengetahuan yang didapat selama kunjungan.

ASCENT 2012 diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari TIT, Chulalangkorn University (Thailand), dan ITB. Peserta ITB terpilih setelah melalui seleksi yang dilakukan Januari 2012 lalu. Peserta ITB berjumlah empat orang, yaitu Rizki Grahita (Teknik Kelautan 2007), Triana Mustika Rukmi (Magister Informatika 2011), Niki Tsuraya Yaumi (Sistem Teknologi Informasi 2008), dan saya sendiri, Adinda Bunga Juwita (Fisika Teknik 2010). Sebelum berangkat, kami sudah sering bertemu untuk membicarakan materi presentasi mengenai Indonesia dan urban system di Indonesia. Selain itu, kami juga mengurus perizinan ke Lembaga Kemahasiswaan untuk proses pencarian sponsor serta perizinan ke program studi masing-masing. Meski program ini disubsidi oleh pihak TIT, kami tetap perlu mencari sponsor untuk biaya perjalanan. Pada akhirnya, kami mendapatkan bantuan dari PT Aneka Tambang dan Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) ITB.

Kami sampai di Tokyo pagi hari tanggal 12 Maret 2012. Saat itu, dijemput oleh pihak panitia ASCENT 2012, kami langsung naik kereta lokal menuju tempat menginap di daerah Musashikosugi, sepuluh menit dari kampus TIT daerah Ookayama. Esok harinya, kami langsung bertemu dengan seluruh peserta di kampus Ookayama dan mendengarkan presentasi mengenai negara masing-masing mengenai urban system, terutama sistem transportasi. Di hari yang sama, kami pun langsung mendapatkan kuliah umum dari petinggi Intelligent Transport System (ITS) Japan. ITS adalah lembaga nirlaba kerja sama antara pemerintah, swasta, dan akademia yang bertujuan memperbaiki sistem lalu lintas Jepang menggunakan teknologi. Ada sembilan bidang yang menjadi fokus ITS, pada intinya keseluruhannya merupakan aplikasi dari berbagai sensor, GPS, database, dan simulasi. ITS percaya bahwa tidak ada perencanaan jangka pendek, yang ada adalah perencanaan sistem jangka panjang yang dipecah menjadi beberapa tahap dan terus dievaluasi kembali.

Hari-hari selanjutnya diisi oleh berbagai kunjungan, mulai dari kunjungan industri, museum, laboratorium, dan tur kampus. Industri yang dikunjungi adalah Kyosan Electric Manufacturing Co.,Ltd, Tokyu Corporation, Nissan Motor Co.,Ltd, Sekisui House, Ltd. Kyosan adalah perusahaan berbasis riset yang fokus pada pengaturan sistem rel kereta api. Produk mereka berupa pintu peron otomatis sudah digunakan di stasiun-stasiun di Tokyo. Selain itu, Kyosan juga memiliki sistem manajemen lalu lintas yang kemudian dipakai oleh perusahaan kereta api di Jepang untuk menghindari kecelakaan. Jika Kyosan adalah pihak yang memperbarui teknologi kereta api, Tokyu adalah perusahaan yang memelihara kereta itu sendiri. Di Tokyu, kami melihat berbagai macam perawatan kereta api, mulai dari daily maintenance sampai perawatan jangka panjang yang dilakukan delapan tahun sekali. Di Nissan, kami diberi kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan mobil di dalam pabrik. Nissan menggunakan assembly line dan line follower di dalam pabrik untuk meningkatkan efisiensi. Dalam satu jam, dihasilkan tak kurang dari seratus mobil baru yang siap diuji. Kami pun berkesempatan untuk melihat langsung dermaga dan kapal yang dimiliki Nissan yang digunakan untuk mengirim mobil ke negara-negara lain. Di Sekisui House, kami merasakan sendiri konsep smart house. Di dalam rumah contoh tersebut, kami dijelaskan mengenai rumah masa depan dengan konsumsi energi yang bisa dikontrol sendiri oleh para pengguna. Rumah ini dilengkapi pula dengan sensor termal dan sel surya. Untuk museum, panitia membawa kami ke Mitsubishi Minatomirai Industrial Museum. Museum ini memiliki enam zona, yaitu aerospace, ocean, transportation, daily life discovery, environment/energy, dan technology quest.

Kunjungan laboratorium dan tur kampus disatukan pada tanggal 16 Maret 2012. Pada sesi pagi, kami mengunjuni laboratorium Muromachi dan Yai di kampus TIT daerah Suzukakedai. Di lab Muromachi, kami disuguhkan data-data mengenai pembangunan Jepang, terutama di bidang pengembangan kota Tokyo. Di laboratorium Yai, kami diberi kesempatan untuk mencoba driving simulator yang digunakan untuk meneliti kondisi jalan seperti apa yang paling sering menyebabkan terjadinya kecelakaan. Setelah itu, kami kembali ke kampus Ookayama dan melihat Tsubame, super computer yang dimiliki TIT. Kami berkesempatan melihat sendiri ruang yang berisi banyak lemari yang diisi oleh GPU dan melihat sendiri versi 2.0 dari Tsubame tersebut. Untuk kunjungan lab selanjutnya, kami dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengunjungi dua lab dari total empat lab yang dibuka untuk ASCENT. Keempat lab tersebut adalah Hanaoka, Asakura, Chiba, dan Hagiwara (di TIT, penamaan lab mengikuti nama professor / associate professor yang memimpin lab tersebut). Kelompok saya mengunjungi lab Asakura dan Hagiwara. Lab Asakura adalah lab yang memiliki fokus untuk meneliti prilaku manusia yang kemudian dikembangkan sebagai dasar dalam perencanaan urban system. Salah satu yang sedang diteliti adalah pola berjalan para pengguna kereta di stasiun yang pada akhirnya dapat digunakan untuk perencanaan stasiun ideal. Lab Hagiwara tidak kalah menarik. Di sini, saya bertemu langsung dengan Prof Hagiwara. Beliau menjelaskan dan membawa contoh origami engineering, yaitu pemanfaatan origami untuk melakukan simulasi suatu struktur yang juga dapat diuji kekuatannya. Salah satu hasil riset yang telah dimanfaatkan adalah struktur mirip wadah es batu yang digunakan untuk sel surya sehingga dengan permukaan yang lebih luas, produksi energy bisa lebih optimal.

Para peserta ASCENT 2012 diharuskan untuk mengerjakan mini project dan main project. Untuk mini project, para peserta dibagi menjadi lima kelompok kecil dengan masing-masing kelompok terdiri dari dua atau tiga anggota. Mini project ini bertujuan untuk lebih memahami tentang perusahaan-perusahaan yang dikunjungi selama program. Topik yang diperoleh setiap kelompok berbeda. Topik-topik tersebut adalah ITS, Kyosan, Tokyu, Nissan, dan Sekisui House. Dalam keberjalanan penyusunan materi presentasi, pihak panitia menyediakan waktu berdiskusi yang cukup banyak. Selain itu, dikarenakan setiap anggota telah mengetahui topik masing-masing di awal program, kesempatan bertatap muka dengan perusahaan juga dimanfaatkan untuk menanyakan hal yang lebih spesifik, terutama mengenai teknologi yang diusung oleh perusahaan tersebut. Pada tanggal 17 Maret 2012, seluruh kelompok mini project mempresentasikan hasil pengamatan dan pemahaman mengenai perusahaan tersebut serta tekonologi terbaru di bidang urban system di depan panitia ASCENT 2012 dan staf akademia Tokyo Institute of Technology.

Main project merupakan tugas yang memiliki tingkatan kesulitan lebih tinggi. Di sini, para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok lalu menentukan sendiri topik yang akan dikembangkan menjadi suatu presentasi di depan umum.  Topik tersebut bebas, dengan catatan harus merupakan implementasi dari pengetahuan yang baru didapat selama menjalani ASCENT 2012 dan merupakan sintesis dari berbagai teknologi yang dimiliki oleh perusahaan maupun laboratorium Tokyo Institute of Technology. Perwakilan ITB di kelompok A adalah Triana dan Rizki, kelompok B adalah Adinda, sedangkan kelompok C adalah Niki. Masing-masing kelompok memiliki topik yang berbeda-beda. Topik kelompok A, B, dan C berturut-turut adalah How to improve the traffic system by using green technology, Technological solution to utilize train systems, dan Eco-friendly urban system in the future. Seluruh topik ini dipresentasikan pada tanggal 19 Maret 2012 di depan panitia ASCENT 2012, mahasiswa, pengajar, dan staf Tokyo Institute of Technology, pihak perusahaan yang telah dikunjungi, serta umum.

Selain kunjungan dan presentasi tersebut, panitia ASCENT 2012 juga mengatur acara lainnya yang berhubungan dengan pertukaran budaya. Panitia menyelenggarakan exchange party yang dapat diikuti oleh umum. Saat itu, kami bertemu banyak orang yang tertarik dengan budaya Indonesia. Untuk merasakan suasana tradisional Jepang, panitia juga mengadakan tur ke Kamakura selama sehari penuh. Di sana, kami dijelaskan mengenai berbagai tradisi dan kepercayaan orang Jepang. Kami pun berkesempatan mencicipi berbagai jajanan khas Jepang.

Sesuatu yang menyenangkan memang ada akhirnya, begitu pula dengan ASCENT 2012. Bisa dibilang, tak ada duka yang menyertai program ini, yang ada hanyalah keceriaan dan excitement selama mengunjungi berbagai industri dan lab. Melalui program ini, saya semakin terbayang akan masa depan saya dan menyadari bahwa saya berada di jalur yang tepat (juga program studi yang tepat) untuk mewujudkan apa yang saya inginkan. Selain itu, menyadari beberapa kekurangan dari urban system di Indonesia, saya pun sadar bahwa tugas engineers masih sangat banyak. Tantangan ini tentu sangat menarik untuk dihadapi. Dua tahun yang tersisa dari masa perkuliahan saya di ITB ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Saya juga berharap untuk tahun selanjutnya, ITB masih dapat mengirimkan perwakilannya di ASCENT 2013, agar makin banyak yang bisa merasakan life-changing experience ini.

Cerita ini disampaikan oleh: Adinda Bunga Juwita (Fisika Teknik 2010).

Share this