Posted September 10, 2012 by admin in Berita

Dua Prodi di FTI terakreditasi ABET

Sesuai dengan Visi ITB sebagai Perguruan Tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia serta memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia (SK Senat Akademik ITB No 09/SK/I1-SA/OT/2011), yang diwujudkan melalui Renstra ITB 2010-2015, ITB berupaya untuk memperoleh pengakuan internasional terhadap mutu kurikulum, metode pembelajaran, tenaga pengajar, serta prasarana pendukung pembelajaran. Melalui internasionalisasi ini, akan dibangun jejaring internasional bagi dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara melembaga, untuk semakin memperkuat peran lembaga Perguruan Tinggi Indonesia di dalam pengembangan ilmu dan teknologi bangsa.

Pada pertengahan bulan Agustus 2012, Program Studi Sarjana Teknik Kimia dan Program Studi Sarjana Teknik Fisika yang bernaung di bawah Fakultas Teknologi Industri ITB (FTI-ITB) telah dinyatakan memenuhi kriteria akreditasi dari Accreditation Board for Engineering & Technology (ABET), yang merupakan lembaga akreditasi independen terkemuka dari Amerika Serikat untuk program-program pendidikan tinggi teknik. Pengakuan ini menyusul Program Studi Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Kelautan ITB yang pada tahun 2011 memperoleh pengakuan serupa dari ABET. Keempat Program Studi ini menjadi yang pertama yang memperoleh akreditasi ABET di Indonesia. Akreditasi ini adalah pengakuan internasional atas kualitas seluruh komponen dan siklus proses pembelajaran suatu program studi kerekayasaan. Karenanya, pencapaian ini mensejajarkan ITB dengan berbagai universitas ternama yang juga meraih ABET, seperti Carnegie Mellon University, Harvard University, Pennsylvania State University dan Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat.

Makna Akreditasi ABET

Akreditasi ABET adalah jaminan bahwa Program Studi yang memilikinya memenuhi standar kualitas pendidikan yang ditetapkan dunia kerja, yang dalam hal ini diwakili oleh asosiasi profesi internasional yang relevan. Hal ini terwujud dari kerjasama ABET dengan berbagai asosiasi profesi internasional yang melahirkan kriteria baku mutu pendidikan tinggi kerekayasaan ABET. ABET hanya mengevaluasi Program Studi yang telah terakreditasi secara nasional atau regional. Untuk Indonesia, ini berarti ABET hanya akan mengevaluasi Program Studi yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Akreditasi ABET merupakan jaminan bagi para calon mahasiswa dan orang tua, bahwa mereka memilih institusi pendidikan yang berkualitas. Akreditasi ini juga merupakan jaminan bagi para pengguna lulusan bahwa mereka merekrut lulusan yang siap menghadapi tuntutan adaptasi dan profesionalisme industri. Status akreditasi program studi adalah salah satu pertimbangan yang digunakan berbagai lembaga sertifikasi profesional untuk menyeleksi calon penerimanya. Dari sisi Perguruan Tinggi, berbagai kriteria serta struktur manajemen mutu Program Studi yang dipersyaratkan ABET juga menjadi penuntun untuk menyusun struktur mekanisme assessmen, evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran.

Kronologi Singkat

Persiapan akreditasi internasional Program Studi Sarjana Teknik Kimia dan Program Studi Sarjana Teknik Fisika ITB dimulai sekitar 15 tahun yang lalu. Kedua Program Studi ini, yang dicanangkan untuk menjadi Program Studi berkelas dunia, memperoleh dana hibah kompetitif dari World Bank melalui program Quality Improvement for Undergraduate Education (QUE Program), yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas dalam periode 1998-2004 untuk Teknik Fisika, dan 2000-2003 untuk Teknik Kimia. Melalui QUE Program ini berhasil dicapai kemajuan pesat dalam atmosfer akademik, kerjasama studi dan riset luar negeri, pendidikan tingkat doktoral untuk para dosen, serta pembangunan infrastruktur pembelajaran.

Melalui QUE Program inilah Program Studi Teknik Fisika dan Teknik Kimia ITB mengenal dan mempelajari kriteria akreditasi dan struktur manajemen mutu pembelajaran menurut standar-standar internasional. Sejak itu, orientasi kepada penyediaan layanan akademik yang bertaraf internasional mewarnai pengembangan kebijakan, kurikulum, kegiatan akademik dan infrastruktur Teknik Fisika dan Teknik Kimia ITB. Tonggak-tonggak perbaikan pengelolaan Program Studi yang berhasil diraih melalui QUE Program antara lain mencakup pembangunan prasarana komputasi untuk menunjang kegiatan perkuliahan di Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Fisika, peningkatan akuntabilitas pengajaran oleh dosen yang antara lain mencakup penerapan sistem perbaikan berkesinambungan melalui Portofolio Matakuliah, serta perubahan paradigma dalam penilaian kinerja mahasiswa, yang semuanya mengacu pada struktur dan kriteria sesuai standar internasional.

Berturut-turut Kurikulum Program Sarjana 2003 dan 2008 di Program Studi Teknik Fisika dan Teknik Kimia disusun untuk memenuhi target kompetensi lulusan sesuai kriteria ABET. Hasilnya antara lain peningkatan indeks prestasi lulusan, persepsi terhadap kesesuaian sistem pembelajaran dengan kriteria ABET, peningkatan ketepatan waktu studi dengan kurikulum, serta semakin pendeknya masa tunggu pekerjaan pertama setelah lulus.

Selesainya QUE Project dilanjutkan dengan peraihan Program Hibah Kompetensi B (PHKB) pada tahun 2005 – 2007 oleh Program Studi Teknik Fisika. Program ini membangun sistem sertifikasi insinyur profesional bidang Instrumentasi dan Kontrol, bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia. Sejak tahun 2008, Teknik Fisika membantu PII menyelenggarakan Program Sertifikasi insinyur Profesional, khususnya bidang Instrumentasi dan Kontrol.

Selanjutnya selama tahun 2008 – 2010, Program Studi Studi Teknik Fisika, Teknik Kimia dan Teknik Elektro meraih Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHKI) yang didanai Dirjen Dikti dengan misi meraih akreditasi internasional. Titik-titik fokus pengembangan dalam masa ini adalah pembangunan fasilitas laboratorium dengan prasarana pendukung yang memadai, dan pengembangan metode pelaksanaan kajian multidisipliner. Kedua titik fokus ini dengan tegas diarahkan pada upaya untuk menyelaraskan kegiatan akademik serta prasarana Program Studi dengan kriteria akreditasi ABET.

Pengembangan fasilitas laboratorium serta kajian multidisipliner diimplementasikan melalui Tugas Akhir penelitian Sarjana dengan topik pilot plant biodiesel, yang dikerjakan oleh mahasiswa Teknik Kimia dan Teknik Fisika. Sesuai dengan bidang didikan masing-masing, para mahasiswa Teknik Kimia mengembangkan resep langkah-langkah pengolahan berbagai macam biji-bijian penghasil minyak sebagai inti proses produksi biodiesel, sementara mahasiswa Teknik Fisika mempelajari teknik pemodelan, instrumentasi serta pengendalian proses untuk mengantisipasi perubahan dan ketersediaan bahan dari berbagai biji-bijian non pangan tersebut.

Puncak aktivitas persiapan akreditasi internasional terjadi di sepanjang tahun 2011, yang diawali dengan pengiriman Request for Evaluation (RFE) dari ITB kepada ABET pada bulan Januari 2011. Surat ini menyatakan kesiapan Program Studi Sarjana Teknik Kimia dan Program Studi Sarjana Teknik Fisika untuk dievaluasi oleh ABET. Sebagai persyaratan utama proses evaluasi ini, kedua Program Studi menyusun dan mengirimkan dokumen Self-Study Report (SSR) atau Laporan Evaluasi Diri pada bulan Juni 2011. Dokumen ini melaporkan sistem seleksi, pengembangan, manajemen dan integrasi kesebelas aspek penilaian ABET untuk menghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran yang berkesinambungan. Kesebelas aspek ini adalah Mahasiswa, Tujuan Kependidikan Program Studi (Program Educational Objective, PEO), Target Kompetensi Mahasiswa (Student Outcomes, SO), Kurikulum, Kesinambungan Program Peningkatan Mutu (Continuous Improvement), SDM Akademik dan Non-akademik, Prasarana Fisik, serta Dukungan Kelembagaan dari Perguruan Tinggi.

ABET kemudian menetapkan Tim Penilai yang diketuai seorang Team Chair dan beranggotakan satu orang Program Evaluator untuk masing-masing Program Studi yang dievaluasi. Setiap anggota Tim Penilai ini memiliki pengalaman akademik dan profesional lebih dari 20 tahun. Setelah memeriksa dengan seksama dokumen SSR kedua Program Studi, Tim Penilai melaksanakan visitasi langsung selama tiga hari pada pertengahan November 2011, dengan tujuan utama melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang dinilai masih kurang rinci atau kurang jelas di dalam dokumen SSR, serta untuk memperoleh gambaran langsung sistem pengelolaan pembelajaran maupun kondisi aktual prasarana pendukung pembelajaran.

Selama visitasi ini, Tim Penilai ABET yang didampingi seorang pengamat (observer) dari BAN-PT selaku lembaga akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia bertemu langsung dan berdiskusi dengan mahasiswa, dosen-dosen Program Studi Teknik Kimia, Teknik Fisika maupun Program Studi pendukung, pimpinan institusi serta Dewan Penasehat (Advisory Board) FTI-ITB. Program Evaluator meninjau seluruh fasilitas pembelajaran, termasuk kelas, laboratorium, sarana komputasi serta sarana penunjang lainnya.

Berdasarkan dokumen SSR serta visitasi langsung ke kampus ITB, Tim Penilai ABET merekomendasikan sejumlah perbaikan bagi Program Studi Teknik Kimia, yang antara lain mencakup aspek-aspek manajemen keselamatan kerja, sistem perbaikan berkesinambungan terhadap pelaksanaan pembelajaran, dan prasarana laboratorium. Perbaikan-perbaikan tersebut dilaksanakan secara intensif dalam periode November 2011 – Juni 2012, dan dilaporkan kepada ABET sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan akreditasi. Sebagai salah satu tonggak utama dalam upaya internasionalisasi Institut Teknologi Bandung, kerja keras Program Studi Teknik Fisika dan Teknik Kimia ITB dalam memperbaiki segenap aspek penyelenggaraan kependidikan telah berbuah pada diraihnya pengakuan atas kesesuaian kesebelas aspek penilaian terhadap kedua Program Studi ini dengan kriteria akreditasi ABET.

Berbagai pembenahan yang telah direalisasikan oleh Program Studi Sarjana Teknik Kimia dan Program Studi Sarjana Teknik Fisika memperoleh dukungan pemikiran serta finansial dari jajaran pimpinan ITB, Dewan Penasehat (Advisory Board) FTI-ITB, serta segenap alumni Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Fisika.

Dukungan ini antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • sumbang saran dalam penyusunan Tujuan Kependidikan Program (Program Educational Objectives), yang merumuskan atribut yang terbentuk dalam diri para lulusan dalam jangka waktu hingga 5 tahun sejak kelulusan mereka
  • sumbang saran serta bantuan teknis / profesional untuk perbaikan sistem pengelolaan keselamatan kerja para mahasiswa, dosen serta karyawan Program Studi TK-ITB
  • umpan balik dari alumni mengenai arahan pengembangan kurikulum, serta relevansi profil kompetensi engineering standar dari ABET
  • modernisasi peralatan praktikum laboratorium, yang mencakup modernisasi sistem instrumentasi dan pengadaan unit-unit baru
Share this