Posted November 23, 2012 by admin in Berita

Dua Tim ITB Juara pada NSCE 2012

Pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat, 7-9 November 2012 lalu, Program Studi Teknik Industri Universitas Parahyangan (Unpar) mengadakan lomba statistika nasional untuk mahasiswa. Lomba bertajuk National Statistics Competition for Engineering Students (NSCE) ini diikuti oleh 35 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada lomba tahunan keenam ini, ITB mengirimkan dua tim dari Program Studi Teknik Industri dan Program Studi Manajemen Rekayasa Industri, Fakultas Teknologi Industri.

Setiap tim terdiri dari tiga anggota. Tim ITB-1 terdiri dari Aditya Tafta Nugraha (MRI ‘09), Rifny Mifta Rachman (TI ‘09), dan Misbah Burhanudin (TI ‘09). Sedangkan tim ITB-2 terdiri dari Yundha Anneke (TI ‘09), Putri Ayu Larasati (TI ‘09), dan Febrianus Dwiyantoro (TI ’09). Kedua tim didampingi oleh Bapak Titah Yudhistira, ST, MT, dari Laboratorium Perencanaan dan Optimisasi Sistem Industri (LPOSI-ITB) sebagai dosen pembimbing.

Perlombaan dibuka pada hari Rabu, 7 November 2012, dengan acara ramah tamah di Aula Gedung 9 Universitas Parahyangan. Setelah dilakukan pengundian nomor peserta, acara kemudian dilanjutkan dengan babak penyisihan pertama yaitu Babak Essay. Pada babak ini peserta diberikan waktu 2 jam 30 menit untuk mengerjakan 8 permasalahan statistika yang dituangkan dalam bentuk essay. Permasalahan terbagi ke dalam beberapa kelompok materi yaitu; Probabilitas, Pengujian Hipotesis, dll.  Setelah itu, peserta diberikan kesempatan untuk beristirahat dan makan siang sebelum babak penyisihan kedua dimulai. Pada babak penyisihan kedua, peserta harus menyelesaikan 50 soal pilihan berganda mengenai statistika. Waktu yang diberikan sama yaitu 2 jam dan 30 menit. Dengan berakhirnya babak penyisihan kedua, pertandingan hari pertama selesai.

Pada hari Rabu malam, diadakan cultural event dan makan malam bersama di Saung Angklung Mang Udjo. Selain untuk refreshing, tujuan acara malam ini adalah untuk mempererat silaturahmi mahasiswa antar perguruan tinggi.  Selain itu, acara pertunjukkan kesenian Sunda ini dapat meningkatkan kepedulian peserta terhadap kebudayaan.

Babak penyisihan ketiga dilakukan pada hari kedua yaitu hari Kamis, 8 November 2012. Babak penyisihan terakhir ini adalah babak betting, pada babak ini peserta harus menjawab satu per satu 25 pertanyaan pilihan berganda dalam waktu 2 hingga 5 menit untuk setiap soal. Sebelum pertanyaan diperlihatkan, peserta harus menentukan angka betting. Untuk setiap jawaban benar peserta akan mendapat nilai sebesar angka betting dan untuk setiap jawaban salah peserta akan kehilangan nilai sebesar angka tersebut.

Setelah babak penyisihan ketiga selesai, panitia mengumumkan 20 tim yang berhasil lolos ke babak semifinal. Kedua tim dari ITB berhasil lolos ke babak semifinal bersamaan dengan tim-tim dari Unpar, Universitas Surabaya, Universitas Indonesia, dan perguruan tinggi lainnya. Babak semifinal adalah babak cepat tepat, 20 tim semifinalis ini dibagi ke dalam 5 ronde semifinal berdasarkan nomor undian. Pada setiap ronde empat tim bertanding untuk mendapatkan skor tertinggi dari 35 pertanyaan dan hanya satu tim yang dapat maju ke babak final.

Tim ITB-1 mendapat undian untuk ronde kedua sedangkan tim ITB-2 di ronde 3. Di ronde kedua, tim ITB-1 berhadapan dengan tim dari Institut Teknologi Nasional Bandung, Universitas Brawijaya Malang, dan tim juara bertahan dari Universitas Surabaya. Setelah persaingan yang cukup ketat, tim ITB-1 berhasil mengungguli ketiga tim lawannya. Pada ronde ketiga, tim ITB-2 berhadapan dengan tim dari President University, Institut Teknologi Telkom, dan Universitas Maranata. Ronde ini berjalan cukup mulus dan tim ITB-2 berhasil mengikuti tim ITB-1 ke babak final.

Babak final dilaksanakan pada hari Jumat, 9 November 2011. Pada babak ini lima tim finalis diberikan study case mengenai mesin filling and packaging PT Medion yang memproduksi powder pharmaceutics untuk hewan ternak. Dengan modal awal yang diberikan, peserta harus membeli data-data yang dibutuhkan untuk menganalisis secara statistika faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi overall equipment effectiveness (OEE) dari mesin dan kemudian memberikan usulan perbaikan. Pada awalnya, peserta diberikan waktu 3 jam 30 menit untuk mengerjakan study case tersebut. Namun, karena dua peserta dari ITB memprotes karena waktu perlombaan akan memotong waktu shalat Jumat, maka peraturan diubah dan peserta hanya diberikan waktu 3 jam.

Setelah istirahat shalat Jumat dan makan siang, secara bergantian peserta melakukan presentasi hasil analisis. Berdasarkan undian, finalis yang mendapat kesempatan untuk presentasi pertama adalah tim dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, kemudian diikuti tim ITB-1, tim ITB-2, tim dari Universitas Pelita Harapan Jakarta, dan terakhir tim tuan rumah dari Universitas Parahyangan. Pada babak ini dewan juri terdiri atas empat perwakilan, yaitu perwakilan juri dari panitia NSCE, perwakilan dosen statistika, perwakilan praktisi dari PT Medion, serta perwakilan dari software pengolah data statistik, MINITAB.

Acara langsung dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. Pengumuman pemenang dilakukan oleh dosen ketua pelaksana NSCE dan pemberian hadiah dilaksanakan oleh dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Parahyangan Bapak Dr. Paulus Sukapto, Ir., MBA. Hadiah untuk para juara adalah uang tunai senilai IDR 9.000.000 untuk juara 1, IDR 6.000.000 untuk juara 2, dan IDR 3.000.000 untuk juara 3.

Kedua tim dari ITB berhasil memperoleh juara 1 dan 2. Tim ITB-1 berhasil menjadi juara 1, tim ITB-2 mendapatkan juara 2, sedangkan juara 3 diraih oleh tim dari Unpar. Dengan keberhasilan ini, ITB berhak mendapatkan piala bergilir NSCE.

Selamat untuk kedua tim, semoga prestasi ini dapat dipertahankan di NSCE tahun depan.

Share this