Posted March 31, 2013 by admin in Berita

Lomba Keilmuan Teknik Industri (LKTI) Ke-13

Lomba Keilmuan Teknik Industri yang biasa disingkat menjadi LKTI pada tahun ini telah diselenggarakan Universitas Indonesia untuk ke-13 kalinya. Lomba ini merupakan perlombaan tertua yang mengangkat keilmuan Teknik Industri sebagai bidang yang dilombakan. LKTI yang diselenggarakan tahun ini mengusung tema yang sangat menarik yaitu “Delivering Fuel for The Nation Throught OptimizationSupply Chain Management ”. LKTI ke-13 ini diikuti oleh sekitar 65 tim yang terdiri atas mahasiswa di seluruh universitas di Indonesia. Sebuah tim terdiri dari empat orang mahasiswa Teknik Industri dari universitas yang sama. Sebuah universitas dapat mendelegasikan maksimal 2 tim.

Lomba Keilmuan Teknik Industri terdiri dari tahap, yaitu : preliminary stage, IEQ stage,Simulation, dan Real Case Study. Namun karena dari mahasiswa Teknik Industri ITB sendiri peminat lomba ini cukup banyak, sehingga diadakan seleksi internal yang diselenggarakan oleh divisi Akademik Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI). Seleksi internal tersebut berhasil menyaring 2 tim dengan skor tertinggi untuk didaftarkan menjadi peserta LKTI, yang selanjutnya diberi nama tim itb-1 dan itb-2. Kedua tim terpilih, selanjutnya mengikuti babak preliminary stage. Babak ini berisi pembuatan paper tentang analisis pembangunan depot baru di provinsi Kalimantan Timur. Setelah proses penilaian paper, dipilihlah 25 tim dengan skor tertinggi untuk mengikuti babak selanjutnya di Universitas Indonesia. Pada preliminary stage ini, itb berhasil meloloskan satu timnya, yiaitu tim itb-1.

Anggota tim itb-1 tiba di Wisma Makara Universitas Indonesia pada tanggal 3 Maret 2013. Acara dimulai dengan welcome dinner pada malam harinya. Esok paginya, yaitu pada tanggal 4 Maret 2013 perlombaan stage pertama (IEQ test) dimulai. Babak pertama pada rangkaian perlombaan ini secara umum berisi tentang tes mengenai pemahaman terhadap soal-soal yang berkaitan dengan keilmuan Teknik Industri. Babak ini terdiri atas 3 tahap, yaitu tahap pilihan ganda selama 120 menit untuk 40 soal, tahap essay selama 50 menit (masing-masing soal 5 menit), dan tahap betting selama 37,5 (masing-masing soal terdiri atas 30 detik betting dan 7 menit mengerjakan soal). Seluruh soal tersaji dalam bahasa Inggris. Dari tahap pertama hingga tahap terakhir babak pertama posisi tim itb-1 tidak bergeming dari posisi 2, dimana posisi 1 selalu dipegang oleh tim Universitaser Pelita Harapan (UPH). Rangkaian acara hari kedua ditutup dengan briefing babak kedua sekitar pukul 23.00. Namun walaupun rangkaian acara pada hari tersebut sudah selesai, sebagian peserta masih enggan untuk beristirahat karena harus mempersiapkan untuk babak selanjutnya yaitu simulasi. Tim itb-1 mempersiapkan forecast dan pembuatan ­model untuk babak simulasi hingga beristirahat pukul 03.00 keesokan harinya.

Pada hari ketiga, kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00. Hari tersebut diawali dengan sarapan pagi seperti biasanya hingga perlombaan dimulai. Pada hari ketiga ini dilaksanakan babak kedua dari rangkaian lomba yaitu babak simulasi. Skenario pada simulasi ini adalah masing-masing tim berperan sebagai decision maker dari penerapan kebijakan rantai pasok Bahan Bakar Minyak di seluruh Indonesia. Variabel keputusannya adalah jumlah BBM yang diproduksi dari masing-masing unit produksi, jumlah BBM yang diimpor, serta jumlah BBM yang dikirim ke terminal-terminal dan depot-depot yang tersebar d Indonesia. Sedangkan fungsi tujuan dari model yang dibuat adalah minimasi ongkos total yang terdiri atas ongkos produksi, ongkos impor, ongkos transfer, ongkos inventori, dan ongkos backlog. Simulasi dilakukan selama 8 periode. Pada akhir periode akan dibandingkan total ongkos yang dihasilkan oleh 25 tim. Tahap simulasi berakhir sekitar pukul 17.30. Setelah istirahat dan makan malam, diumumkan 5 tim dengan nilai tertinggi untuk melangkah pada tahap berikutnya. Pada tahap kedua ini tim ITB-1 berhasil menghasilkan ongkos total kedua terendah dari seluruh tim, sedangkan ongkos total terendah diperoleh oleh tim dari ITS. Sehingga setelah nilai dari tahap satu dan tahap dua digabungkan tim ITB-1 berhasil memperoleh skor tertinggi. Kelima tim yang berhasil lolos ke tahap final berturut-turut adalah : ITB-1, ITS-1, ITS-2, UPH, Unpar.

Hari keempat diisi dengan kegiatan ekskursi ke terminal BBM PT Pertamina yang terletak di Plumpang. Ekskursi ini dilakukan dalam rangkaian tahap ketiga atau tahap final yaitu case study. Skenarionya adalah masing-masing peserta berperan sebagai analis untuk kasus pengalihan subsidi BBM. Selama ekskursi peserta dipersilakan untuk menggali data primer sebanyak-banyaknya. Selain data. Setelah mengumpulkan data primer, masing-masing tim diberi waktu 2 jam untuk mengakses data sekunder dari internet. Setelah itu seluruh peserta diisolir dari seluruh media informasi yang dimiliki. Selanjutnya masing-masing tim melakukan pengolahan data dan analisis untuk dipresentasikan keesokan harinya. Analisis yang diminta adalah mengenai pengalihan subsidi BBM bersubsidi ke BBM nonsubsidi dari proyeksi demand, roadmap kebijakan, perkiraan alokasi volume ke masing-masing terminal, analisis kesiapan infrastruktur, dan lain-lain.

Seluruh rangkaian lomba akhirnya ditutup dengan acara pada hari kalima, yaitu presentasi. presentasi dinilai oleh 4 orang juri, masing-masing 2 orang akademisi dan 2 orang praktisi. Pada saat presentasi masing-masing tim dilarang untuk menunjukkan identitas universitasnya untuk menjamin obyektivitas penilaian. Pada tahap ini skor masing-masing tim di-reset ulang sehingga hasil penjurian akhir murni dari nilai presentasi. Setelah melalui tahap terakhir ini akhirnya diumumkan hasil penilaian juri yang sekaligus menjadi hasil akhir dari perlombaan. Tim ITB-1 mendapatkan juara kedua, sedangkan juara pertama diraih oleh tim dari ITS, dan juara ketiga diraih oleh tim dari UPH. Semoga pada tahun-tahun berikutnya ITB dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih pada LKTI ke-13.

Rifny Mifta Rachman

13409107

Share this