Posted August 20, 2014 by admin in Berita

Peserta AOTULE Summer Programs 2014 Melukis Caping di ITB

Aotule 2014
Aotule 2014

Sebanyak 19 mahasiswa asing peserta Asia Oceania Top University League on Engineering (AOTULE) Summer Programs 2014 berkesempatan mengikuti kegiatan melukis caping di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hal ini terjadi dalam rangkaian kegiatan AOTULE Summer Programs 2014, Minggu, (17/8/2014), di Selasar Labtek V ITB jalan Ganesha Bandung, turut hadir Ketua Kegiatan AOTULE Summer Programs 2014 yang juga Dosen Teknik Fisika ITB Eko Mursito Budi.“Para mahasiswa asing peserta AOTULE Summer Programs 2014 kita kenalkan berbagai macam budaya, seperti melukis, tari, musik dan silat”, kata Ketua Kegiatan AOTULE Summer Programs 2014 Eko Mursito Budi di awal wawancara, “Mereka melukis caping dengan corak seperti becak jaman dulu namun dengan ciri khas negara masing-masing”, ujarnya.

“Selain melukis caping, para mahasiswa asing selama di Bandung akan belajar menari dengan unit kesenian ITB Maha Gotra Ganesha (MGG), main musik Sunda dengan Lingkung Seni Sunda (LSS), serta silat bersama Perguruan Silat PSHT”, ungkap Eko.

Lebih lanjut Eko menjelaskan bahwa kegiatan AOTULE Summer Programs 2014 beranggotakan 10 negara dengan 10 Universitas terbaiknya, “Ide terbentuknya AOTULE tercetus dari para Rektor-Rektor 10 negara tersebut untuk membentuk suatu Liga Universitas”, ungkapnya.

“Kegiatan AOTULE Summer Programs 2014 kali ini fokus terhadap teknologi, dengan fokus utama kesejahteraan masyarakat dan lingkungan”, ujar Eko.

“Setiap mahasiswa asing ditemani satu mahasiswa lokal”, kata Eko, “Mereka akan berinteraksi, berteman dan melakukan kegiatan bersama-sama”, ujarnya.

“Kegiatan AOTULE setiap tahun berubah, kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga”, ujarnya Eko, “Tahun pertama fokus di teknologi, sedangkan tahun kedua mengunjungi Saung Angklung Udjo dan Kampung Naga”, katanya, “Para peserta dari negara maju lebih impresif bila dikenalkan kepada budaya lokal daripada teknologi”, ungkapnya.

“Jadi dalam kegiatan AOTULE kali ini, kita mix budaya indonesia dengan teknologi tepat guna, atau teknologi yang memang cocok untuk kondisi di indonesia”, kata Eko, “Teknologi tersebut diantaranya pembangkitan teknologi terbarukan, contohnya pembangkitan listrik menggunakan mikro hidro atau pembangkit listrik kecil yang dilakukan di sungai kecil saja, sehingga tidak perlu bikin DAM besar”, tegasnya.

“Teknologi lainnya yang dipelajari dalam kegiatan ini yaitu teknologi pengolahan sampah yang lebih ke arah gotong royong dan bukan membuat pabrik pengolahan sampah besar yang biayanya juga besar”, ujar Eko, “Dengan teknologi ini masyarakat ikut aktif mengumpulkan sampah untuk dimasukkan ke bank sampah, dan bisa juga sampah menjadi barang, kompos, bahkan gas untuk membangkitkan energi, contohnya bank sampah di Sukabumi”, kata Eko di akhir wawancara.

Kegiatan AOTULE Summer Programs 2014, berlangsung sejak 12 hingga 30 Agustus 2014, dan diikuti beberapa negara seperti, Korea, Jepang, Hongkong, Thailand, Taiwan, Malaysia, dan indonesia, sedangkan Singapura, New Zealand dan Australia tidak dapat hadir.

Universitas yang mengikuti kegiatan ini diantaranya, University of Malaya (Malaysia), The Hong-Kong University of Science and Technology (Hongkong), Chulalonkorn University (Thailand), KAIST (Korea), Kyutech (Jepang), dan NTUST (Taiwan). Lima fakultas di ITB yang mengikuti kegiatan ini diantaranya, fakultas FTI, FTMD, FTSL, FTTM, dan STEI.

Tujuan diadakannya program AOTULE Summer Programs 2014 adalah untuk perkenalan dan persahabatan antara mahasiswa asing dengan mahasiswa Indonesia, sebagai media bagi mahasiswa untuk saling bertukar informasi tentang pendidikan, budaya dan potensi suatu negara, serta mempromosikan teknologi ke arah Sustainable Environment.

ITB menanggung semua kegiatan peserta AOTULE Summer Programs 2014 selama di Bandung, sedangkan tiket pesawat ditanggung mahasiswa masing-masing.

Mahasiswa asing peserta AOTULE Summer Programs 2014 menginap di Asrama Internasional ITB di jalan Cisitu, sedangkan Mahasiswi asing menginap di Asrama Internasional ITB di jalan Kanayakan.

Sumber : www.arcom.co.id

Share this