Posted January 7, 2015 by admin in Berita

Mahasiswa Teknik Kimia Raih Gelar Juara pada National Safety Competition

1420588960
1420588960

Institut Teknologi Bandung berhasil meraih seluruh gelar juara dalam perlombaan National Safety Competition (NSC) 2014 yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada. Dalam ajang yang diikuti oleh mahasiswa Teknik Kimia dari seluruh Indonesia tersebut, ITB berhasil meraih gelar juara 1, 2, dan 3, sekaligus pemenang kategori poster terbaik. Rangkaian NSC sendiri berlangsung mulai Agustus 2014 dan berakhir pada November 2014 di Yogyakarta.

Posisi pertama NSC 2014 berhasil diraih oleh Galih Okta dan Reiner Raditya, diikuti oleh Jason Immanuel dan Aldrich Tyto di posisi kedua, serta Nadia Rahmeita Prasanti dan Alvin Kurniawan Hanafie di posisi ketiga. Anugrah poster terbaik diraih oleh Rizkia Kunti Pragati dan Devina Jonathan (Teknik Kimia 2011).

Pada ajang perlombaan yang diperuntukkan khusus mahasiswa Teknik Kimia tersebut, para peserta diminta membuat paper yang membahas rancangan sistem keamanan di industri minyak dan gas lepas pantai. Galih Okta (Teknik Kimia 2011), pemenang pertama NSC menuturkan bahwa timnya mengangkat isu mengenai rancangan sistem keamanan di platform minyak offshore. Bersama partnernya, Reiner Raditya (Teknik Kimia 2011), ia melakukan studi terkait potensi-potensi bahaya yang mungkin terjadi di platform minyak gas, seperti kebocoran gas dan sebagainya sebelum melakukan rancangan.

Galih menuturkan bahwa budaya keamanan dan keselamatan kerja sangat penting untuk diterapkan di industri guna meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. “Tujuan dari rancangan sistem keamanan tak lain tak bukan adalah untuk memastikan fasilitas yang ada di industri dapat berjalan dengan aman”, ujar Galih. “Pada paper yang kami buat, kami juga menuliskan pentingnya budaya keselamatan guna meminimalisir resiko kecelakaan yang mungkin terjadi”, tambahnya.

NSC memang dilaksanakan untuk menekankan pentingnya budaya kemanan dan keselamatan kerja di industri. Terlebih lagi, resiko keamanan dan keselamatan yang mungkin terjadi di industri sangatlah besar. Tanpa memperhatikan kedua hal tersebut, tentunya seluruh kegiatan yang berlangsung di industri tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. “Semoga para pelaku industri dapat lebih memahami pentingnya budaya keamanan dan keselamatan dalam bekerja”, tutur Galih di akhir wawancara.

Sumber : www.itb.ac.id

Share this