Posted April 14, 2015 by admin in Berita

Prestasi Mahasiswa Teknik Kimia dalam ICheC 2015

Institut Teknologi Bandung berhasil meraih gelar juara umum dalam kegiatan akbar Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2015 yang ditutup meriah di Auditorium Mas Soeharto, Gedung Wahana Bakti Pos, Bandung, pada (11/04/15). Kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatek) Institut Teknologi Bandung tersebut, diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Dari empat cabang kompetisi, kompetisi penulisan esai berhasil disapu bersih oleh ITB. Juara pertama dan kedua kompetisi rancang pabrik (Plant Design) berhasil diraih tim ITB yang diwakili oleh Reiner Raditya (Teknik Kimia 2011) dan Amelia Panca (Teknik Kimia 2011). Untuk kompetisi pemecahan studi kasus, tim dari Universiti Teknologi Petronas menduduki peringkat pertama menggeser tim-tim dari ITB menjadi peringkat kedua dan ketiga. Sedangkan untuk kompetisi poster,  Muhammad Andry dari ITS berhasil menyisihkan perwakilan ITB yang terpaut tipis dibawahnya.

Sebagai juara kedua kompetisi poster, Yessica Berliana (Teknik Kimia 2012) berhasil menyajikan informasi yang sistematis dan menarik dalam sebuah poster bertajuk “Where Does Our Gold Go?”. Yessica berusaha menggugah kesadaran para pembaca bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang kaya akan sumberdaya logam emas. Untuk kompetisi esai, Adhitia Gesar Hanafi (Teknik Metalurgi 2012), Teguh Yassi Akasyah Putra (Teknik Metalurgi 2012) dan Muhammad Irfan Rafi (Teknik Kimia 2012), berhasil menyisihkan 34 peserta lainya. Topik sulfur diangkat oleh Adhitia dalam esainya, sedangkan topik mengenai potensi dan pengolahan mineral nikel, berhasil membawa Teguh dan Irfan menyusul dibawah Adhit.

Febrizca Narcia dan Natasha Kurniawati (Teknik Kimia 2012), berhasil menduduki peringkat kedua dalam kompetisi pemecahan studi kasus. Mereka berdua berhasil menyisihkan 19 tim lainya berkat kecermatan mereka dalam memecahkan studi kasus berupa permasalahan pabrik pengolahan tembaga di Meksiko. Febrizca dan Natasha, diharuskan mengasah otak untuk memilih kombinasi alat yang akan digunakan dalam pabrik tersebut. Tidak hanya ditinjau dari sisi keekonomian dan efektifitas proses pengolahan mineral, mereka dituntut mengkaji dampak lingkungan dari proses yang mereka rancang.

Berhasil menyisihkan 47 tim dari berbagai perguruan tinggi seperti, Universiti Teknologi Petronas, University of Malaya, Curtin University (Sarawak), Universiti Teknologi MARA, University Cholalangkorn, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, serta berbagai perguraun tinggi lainya, tim ITB beranggotakan Amelia Panca, Valerius Vandru, Ivan Rene (Teknik Kimia 2011), berhasil memukau dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi dengan judul rancang pabrik “Production of Graphane From Graphite to Meet Future Technology Demand Using Liquid Phase Exfoliation.” Dalam rancanganya, mereka mengolah bijih graphite menjadi graphite berstruktur karbon tiga dimensi, kemudian mengubahnya menjadi graphane berstruktur karbon dua dimensi satu lapis. Graphane tersebut diharapkan mampu menggantikan penggunaan indium sebagai komponen dalam¬† layar sentuh telepon genggam pintar.

Sumber: www.itb.ac.id

Share this