Posted May 22, 2015 by admin in Berita

Prestasi Mahasiswa Teknik Fisika pada LCEN 2015

Tim Teknik Fisika FTI kembali mengikuti Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2015, di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Hasilnya ? Jeffry Omega Prima (Teknik Fisika 2011), Bayu Pamungkas (Teknik Fisika 2011) dan Rivon Tridesman (Teknik Fisika 2011) berhasil menjadi “Juara 1 kategori Medikal”.

Prestasi ini mengulang dan meningkatkan yang terdahulu, saat tim Teknik Fisika dengan anggota Ahmad Mujahid (Teknik Fisika 2005), Fajar Kharisma (Teknik Fisika 2005) dan Ikhtiar (Teknik Fisika 2005) mengikuti LCEN tahun 2009 dan meraih juara 2 bidang Elektronika Industri.

Untuk tahun 2015 ini, LCEN mulai dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 9 Mei 2015, di gedung robotika ITS Surabaya. Tim Teknik Fisika hadir sebagai salah satu dari tujuh finalis di kategori medical. Karya yang dibawa enam finalis lainnya sangat menarik seperti:

  1. Kendali kursi roda dengan gerakan mata
  2. Lemari otomatis untuk apoteker
  3. Spyrometer portable untuk paru-paru
  4. Alat terapi mastitis untuk sapi perah
  5. Pendeteksi di jantung koroner akut
  6. Portable lung & heart’s health assistant

Sementara itu, tim Teknik Fisika FTI mengusung judul “DRYEL (Dry Electrode)” – Biosensor Praktis Pengganti Elektroda Gel untuk Pengukuran Aktivitas Biopotensial Jantung”. Yang membedakan karya ini dengan karya yang lain adalah, karya Teknik Fisika FTI lebih menekankan pada penggunaan sensor Electrocardiograph yang mendeteksi sinyal listrik dari jantung.

Kebanyakan alat deteksi jantung, seperti halnya dua finalis lain, menggunakan detektor denyut nadi jantung, sehingga informasi yang bisa diperoleh hanya jumlah detak jantung permenit pada seseorang.

Hari pertama LCEN dimulai dengan pameran pada stand karya. Ada 5 kategori dengan masing-masing 7 finalis sehingga total ada 35 stand. Sayang ada 3 regu yang mengundurkan diri, sehingga hanya 32 stand yang terisi.

Pada penutupan, karya DRYEL diumumkan sebagai juara 1 kategori medikal. Sekali lagi, mahasiswa TF berjaya di lomba perancangan elektronika. Orang pun bertanya-tanya, mengapa anak TF bisa ikut lomba dimana-mana mulai dari elektronika, robot, perangkat lunak, energi, bahkan kedirgantaraan ?

Kemampuan ini tumbuh karena inti keilmuan Teknik Fisika sesungguhnya adalah sains tentang fenomena fisika di alam, cara mengukur besaran fisis sehingga fenomena tersebut dapat dimodelkan dan dipahami, untuk kemudian mengontrol sistem fisis tersebut. Teknologi seperti mesin mekanik, listrik, elektronika hingga perangkat lunak dipandang sebagai enabler untuk melakukan pengukuran maupun pengontrolan.

Sumber : www.tf.itb.ac.id

Share this