Kunjungan Industri Mahasiswa Mata Kuliah Proyek Rekayasa Interdisiplin

 

Bandung, 11 September 2019 beberapa mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Proyek Rekayasa Interdisiplin dan mewakili masing-masing kelompoknya melakukan kunjungan industri ke PARAGON Technology and Innovation, Tangerang.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Kuliah Perdana Proyek Rekayasa Interdisiplin (PRI) 2019 yang telah dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2019.

Rombongan mahasiswa yang terbagi dalam 2 bus dan 1 buah Hi-Ace (khusus mahasiswa dari Kampus Jatinangor), didampingi beberapa dosen dan asisten akademik dari Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Program Studi Sarjana Teknik Industri dan Program Studi Sarjana Teknik Fisika antara lain, Ardiyan Harimawan, S.T., M.Eng., Ph.D, Aldila Rizkiana, S.T., M.T., CPMA., Graecia Lugito, S.T., M.Sc., Ph.D., Abdurrahman Adam, Bima Sukma Aulia, Muhammad Gharutha, S.T.

Sesampainya di PARAGON Technology and Innovation rombongan mahasiswa diterima Bu Anita Fajrin dan tim. Selama kunjungan di PARAGON Technology and Innovation, rombongan didampingi Mba Rianty (riri), yang setia memandu kegiatan selama di PARAGON Technology and Innovation.

 

 

 

 

 

 

 

Setelah mengenalkan tim dari PARAGON Technology and Innovation, acara dilanjutkan dengan pemutaran video company profile PARAGON Technology and Innovation, dan dilanjutkan dengan acara Factory Tour. Pada sesi ini mahasiswa dibagi dalam dua kelompok berbeda yang akan melakukan tinjauan langsung ke pabrik untuk menggali informasi lebih dalam tentang permasalahan yang ada pada masing-masing lokasi kunjungan tersebut.

 

Sesi kunjungan pertama selesai, rombongan kembali ke ruang utama pertemuan, dilanjutkan dengan acara istirahat dan makan siang bersama-sama.

Kunjungan berikutnya adalah menuju gedung R&D Center, untuk melihat lebih dekat laboratorium penelitian. Pada kesempatan kali ini, seluruh mahasiswa diberi kesempatan untuk

 

Pada sesi akhir perkuliahan Mata Kuliah Proyek Rekayasa Interdisiplin akan dipresentasikan secara terbuka dan dinilai oleh para juri dari PARAGON Technology and Innovation yang akan menentukan keberhasilan mahasiswa dalam memberikan atau menawarkan solusi terbaik dari hasil diskusi masing-masing kelompok.

Berita Terkait

English